Skip to main content

Posts

Showing posts from 2015

Bye-bye 2015. Welcome 2016.

2015 akan segera usai. 2016 tinggal dalam hitungan hari saja. Selayaknya menjelang akhir tahun, kita biasa menuliskan rangkaian resolusi berisi harapan dan target yang akan kita capai di tahun yang baru nanti. Saya sering menuliskan resolusi jelang akhir tahun. Sekitar 30% nya ternyata bisa saya capai, selebihnya akan saya tuliskan kembali sebagai resolusi di tahun yang akan datang. Namun, di akhir tahun 2014 kemarin saya sama sekali tidak menulis resolusi. 2015 saya jalani mengalir apa adanya. Target saya baru buat ketika ingat dan sedang minat. Puji Tuhan, Tuhan Allah tetap melindungi dan menyertai sehingga banyak pencapaian yang bisa saya dan suami capai di tahun 2015 kemarin. Sebagaimana anak sekolah yang punya catatan rapor sebagai hasil evaluasi belajar, saya mencoba membuat evaluasi dan laporan terhadap hasil yang sudah saya dan suami capai. Kenapa harus ada saya dan suami??? KARENA saya dan suami sekarang sudah 1 paket sekarang. Hehe..

Hujan Bulan Nopember

Ada yang berbeda dengan musim penghujan kali ini. Pertama, ia jatuh ke bumi membasahi mereka yang telah lama kering di awal bulan November ini. Kedua, kenangan yang ia bawa kini sudah tak sama lagi. Tanggal 6 November kemarin ia jatuh untuk pertamakali di bumi arema ini, tepatnya di depan halaman rumah kami, mengguyur dan mengirim aroma hujan yang tlah lama saya rindui. Tanpa bermaksud lebay, apalagi sok puitis, saya menuangkannya ke dalam bentuk tulisan karena saya benar-benar telah lama menanti dirinya. Saya berterimakasih karena kasih Tuhan tlah menjelma dalam bentuk tetesan-tetesan air yang memberi kehidupan.

PHP Oh PHP...

Jadi ceritanya ada temen saya yang mau beli barang ke saya. Sebut saja, KZL. Si KZL ini janjinya transfer Senin. Sampai dengan hari Sabtu ini, beliau ga transfer-transfer. Saya bbm ga di read. Cuma delivered aja. Saya SMS ga dibales. Saya telepon ga diangkat.

30 Juni 2015

Postingan ini harusnya saya tulis persis sesudah kecelakaan terjadi. Namun, saya tidak sanggup. Membayangkan saya dan putra saya, Ello yang kala itu masih berusia 4 bulan bisa saja tewas dalam tragedi Hercules di Medan, 30 Juni 2015 silam membuat saya masih trauma sesekali waktu. We do really never know when the last good-bye is. Rasanya masih mimpi. Kemarin Mas Dian Sukma, seorang Penerbang dari PSDP  TNI AU lulusan 2012, sempat menanyakan ke saya manakah marga yang dulu dia tulis setelah nama terangnya: Pasaribu yang didapatnya dari Bapaknya yang Batak kah atau Chaniago yang didapatnya dari Ibunya yang Padang. Saya jawab pasang saja dua-duanya. Cuma memang membuat bingung, mengingat Padang dan Batak adalah dua budaya yang sangat bertolakbelakang di Indonesia. Yang satu menganut patrilinieal, yang lainnya matrilinieal. Ini rumit karena Bapak Mas Sukma adalah seorang Batak, sementara Ibunya asli Padang. Mereka sama kuatnya.

Day 1462: Tidak Setengah Hati dan Tidak Setengah Jadi

Ajari kami ya, Tuhan Allahku untuk mampu mengampuni satu sama lain ketika kata-kata kami menyakiti hati pasangan kami satu sama lain ataupun ketika tindakan kami membuat kami saling bersusah hati. Berilah kami roh kekuatan melalui Roh KudusMU ya, Yesus Kristus ketika kami suami-istri mulai lelah dan putus asa dalam menghadapi satu sama lain. Malang, 10 Juni 2014.

Kamu Enggak Daftar PNS?

Seorang istri dari senior suami adalah teman kuliah saya dulu. Akhirnya kami bertemu di suatu kesempatan. Beliau cukup kaget dengan keadaan saya yang menurut kacamatanya barangkali sangat biasa saja . Kok bisa? Yaiyalah, masa seorang lulusan HI UGM cuma jadi Ibu RT di kala lulusan HI UGM lainnya rata-rata berkarir di kementerian, BUMN, dan perusahaan multinasional bonafide lainnya!!! Pertanyaannya yang paling maktess adalah: "kamu enggak daftar jadi PNS aja, Yo?" Ya, dia seorang PNS. Siapa yang enggak ingin berkarir jadi PNS? Hanya orang gila yang bilang enggak! Jelas! PNS itu enak.

Tentang Jatuh

"Awas, jangan sampai anak kamu jatuh! Anak-anak saya enggak pernah itu jatuh sama sekali!" Ibu mertua saya, usia 49 tahun yang cantik dan baik hati, cuma tata bahasa  dan intonasi penyampaiannya dalam mengemukakan sesuatu masih agak berantakan. Ello, anak pertama saya sudah pernah jatuh dari tempat tidur. Tenang! Jatuhnya dari tempat tidur yang cuma sejengkal tingginya dari permukaan lantai. Dan bukan karena ketidaksengajaan saya, Ello jatuh. Justru karena saya menginginkan dia belajar jatuh. Lho?!

Kangen

Rasanya menyenangkan ketika kemanapun kita pergi nanti, tiap tempat yang pernah kita jejaki akan trus kita rindui. Saya, 27 tahun. Kangen. Saya memang lagi kangen. Kangen pada kota Yogyakarta. Kota yang sudah 1,5 tahun tidak pernah saya injak lagi sejak Maret 2014. Lucu memang, saya juga mengangeni suasana dan bahkan para manusianya yang sempat saya kenal. Suasana yang membuat saya pernah sedih, bahagia, bahkan bingung dalam menafsirkannya. Saya merantau pertamakali di Yogyakarta tahun 2006. Kota yang memiliki universitas negeri tersohor yang entah bagaimana ceritanya saya kok bisa-bisanya diterima jadi mahasiswanya. Tapi saya cukup bahagia menyandang status sebagai alumni nya. Karena tidak semua yang berstatus mahasiswanya, bisa menjadi alumninya.

Sesuatu Tentang Sabtu

Sebenarnya tidak ada relevansinya dengan hari Sabtu. Lantaran postingan saya ini, saya tulis di hari Sabtu. Saya juga bingung memberi titel terhadap tulisan saya kali ini, dan sebenarnya apa yang hendak saya tulis. Jadi saya mencoba menulis pelan-pelan, berusaha mereka-reka sebenarnya kemana arah tulisan saya ini nanti, dan sebelumnya memohon ampunan jika dahi Saudara mengernyit karena antara judul, isi hingga tagar tidak memiliki korelasi sama sekali. Jadi mungkin seperti itulah saya saat sekarang: pikiran dan perasaan sedang bertentangan. Pertentangannya terletak di: tepat atau tidaknya saya menulis perasaan dan pikiran saya saat ini karena saya rasa-rasa seperti membuka memori saya yang lampau tentang suatu kejadian yang tidak mengenakkan. Tapi barangkali saya terlalu cepat menyimpulkan keadaan diri saya di hari Sabtu yang indah ini. Kalau memang bertentangan, tentu saya hidup takkan pernah nyaman. Baiklah, saya ceritakan dulu perlahan-lahan sampah pikiran saat ini.

Main

Di rumah teman yang kebetulan juga punya baby dengan mainan yang banyak. Bunda Keanu: "Ello mainannya apa aja?" Mami Ello : "Engga ada mainan yang gimana-gimana, Tante. Cuma main sama Mami atau sama Papi. Kadang ngeliatin Papi dan Mami yang main." Bunda Keanu feat. Mami Ello : "Bruakakakakakaka...."

Hal Positif dari "Kena Tegur" aka TROUBLE

Jadi ceritanya saya pernah ditegur oleh istri dari seniornya suami lantaran saya melakukan hal-hal yang menurut kacamata sipil saya, sangat sepele. Hal-hal sepele tersebut bisa seperti: saya datang terlambat lebih dari 10-15 menit dari jadwal yang ditentukan, saya mengubah janji yang sudah direncanakan 5 jam sebelumnya, saya tidak memberitahu istri senior tentang alasan saya mengubah rencana tersebut, saya mendahului senior keluar dari area parkir, dll. ( Duh, Gusti! )

Visiting The Tomb of Soekarno

I should have it posted last year considering it was last year trip with my family. It was on May 2014, my family came and visited me in Malang. My sister, Amzyella planned to go to Blitar. She wanted to visit the Tomb of Soekarno. We were blind about the roads in Malang, but the curiousity and the spirit of Dora the Explorer always win. We went to Blitar with me driving the car from Malang. It took approximately 2 to 3 hours driving. Thanks to Google Maps for directing us, although some directions were kind of misleading.  Our family, especially me and my sister love things about history and nature tourism. Our curiousity about history and nature tourism is really high compared to human-made places of entertainment, no matter how wonderful it might be.

Road to Blitar

This writing is super late post. I should have it posted last year, but excuses always win. So, I beg your pardon for another lame excuses. As I gave this writing a title: Road to Blitar, allow me to give you some insights of it. It was a  day working visit ( kunjungan kerja ), one of PIA Ranting 02 Cabang II Daerah II Skadron Udara 32'agenda. A short vacation, if I may say.  The officers wives of 32nd Air Squadron decided to visit Blitar. We went to Blitar by train. It cost Rp 10,000 from Malang, if I am not mistaken. It took 2 hours, more or less.  Blitar is such a small town. I have visited it twice. 1st trip to Blitar was with my family (Gonna write it later!) The town is really convenient: the people, the foods, the market, and etc are almost like other town in this country. Things that differ Blitar to other towns is it has places that other towns probably would not have. Curious? Pictures will satisfy the curiousity.

Re-post: Nak, Ibu Ingin Bicara Soal Milih-milih Perempuan...

July, 2013 Rasanya hampir tidak dapat dipercaya sekarang ibu menulis soal ini kepada dua anak laki laki yang sangat membanggakan hati. Ibu tidak bisa lebih bersyukur atau meminta kepada Tuhan memperoleh putra yang lebih baik daripada kalian.  Kalian bertiga adalah anugerah terbesar dan terindah yang Tuhan berikan kepada ibu.   I could never ask for more...  Membesarkan kalian adalah masa masa terindah dalam hidupku, sekalipun itu harus ditukar dengan prospek perkembangan karir, ibu bahagia memilih menjadi ibu rumah tangga dan menyaksikan kalian tumbuh. Pada akhirnya ibu harus bicara soal jodoh, mengingat saat ini  kalian sudah cukup pusing dikejar kejar cewek yang tentu saja mengagumi kualitas yang ada dalam diri kalian. You were brought up with lots of love and values  from your parents. Never forget that. Rasanya ibu tidak harus  panjang lebar mengulang kembali bagaimana menjadi laki laki sejati . Satu kalimat sederhana mampu mengungkapkan p...

A Long Road to Become An Air Force Wife

I am very addicted to Sherlock Holmes the series lately. Benedict Cumberbatch’ acting is so attracting. He played as Mr. Sherlock Holmes. My sister made me into him! Blame my sister for I could not move my eyes although for just a second.  I haven’t finished the Sherlock Holmes in books yet.  I wish I could. But after seeing my bookshelf and considering I haven’t finished all of my books, the thought of buying the Sherlock Holmes needs to be postponed. [  ] My sister and I just finished the first to the third season of Sherlock Holmes series. The third season is not available yet here in Indonesia, but we have watched in via youtube. [ A zombie like-laugh! ] So much fun we had together! That is why I told my sister that we have never been this intimate before, but the Sherlock Holmes series has successfully united us in peace. [ Hail, Sherlock!]