Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2016

Buku

Saya sedang mengepaki buku-buku yang sudah saya baca, lalu kemudian terbersit hasrat ingin menuliskan sedikit tentang buku. Buku-buku yang saya kemas ini ingin saya bawa kembali ke rumah orangtua saya di Pontianak. Di sana, di kamar saya ada sebuah lemari besar. Dulu saya sering meletakkan pakaian di dalamnya, lama kelamaan ia berubah fungsi menjadi tempat tumpukan buku. Dari buki beraliran  filsafat, materi kuliah, roman, komik ecek-ecek, hingga koleksi buku dari dalam maupun luar negeri.

Emotional Management

Saya akui kelemahan terbesar saya adalah kesulitan mengendalikan emosi. Mau senang, marah, sedih, dan sebagainya akan tergambar gamblang di wajah saya. Itu menyebalkan! Saya tidak pandai berpura-pura, jika memang saya sedang tidak mood, saya memilih mengasingkan diri dengan membaca, mendengarkan musik, tidur, nonton, atau bahkan mencari pengalihan lain seperti menulis, sibuk dengan online shop, atau berkreasi dengan hal lainnya. Saya merasa bodoh sekali ketika saya mengizinkan faktor lingkungan mempengaruhi mood saya, tapi itulah kekurangan saya. Saya agaknya masih sangat sulit mengelola emosi saya. Saya khawatir sebenarnya dalam mengeluarkan emosi. Kalau dulu, saya gamblang-gamblang saja mengeluarkan emosi toh hidup ya hidup saya sendiri. Tapi sekarang? Susah. Saya sudah bersuami yang notabene suami saya adalah prajurit TNI. Bukannya sok ngartis, tapi menjadi istri daripada seorang aparat negara itu kehidupannya akan selalu disorot: apakah tutur bahasanya baik? Cara berbusananya...

Sedih itu... sederhana.

Saya sedih sekali ketika Ello sakit panas kemarin engga mau makan, minum susu, dan setiap tengah malam menjerit menangis karena enggak enak badan. Saya sedih ketika Ello sudah tidak mau minum asi lagi karena keteledoran saya dan saya juga meremehkan betapa pentingnya asi tersebut. Saya sedih sekali ketika kesabaran saya tipis sekali sehingga saya pun mencubit Ello ketika dia merengek-rengek. Saya sedih sekali ketika Ello lebih doyan makan dengan Mbak Fitri, rewang kami ketimbang dengan saya pas saya suapin. Sedihnya saya sekarang itu bukan lagi sedih karena telepon tidak diangkat, sms tidak segera dibalas Papi Ello, atau mungkin dicuekin karena pekerjaannya yang memang bejibun itu. Sedihnya saya itu sekarang cuma tentang Ello... Perkara yang lain mah sudah masa bodoh. Ini saya nulis sambil nangis. Lucu kan? Saya nangis karena saya menyesali ketidaksabaran saya dalam merawat Ello, putra kami padahal dia lagi sakit. Saya menulis ini untuk mengingatkan diri saya lagi agar bisa mem...

Ketika Ello Sakit Panas

Menjadi istri tentara, saya dituntut tidak boleh manja! Iya, bener. Tapi... kalau suami sedang standby di rumah alias ga disetting terbang, yah bolelah menggelendot terus terusan. Hehehe. Cuma beberapa hari ini, saya benar-benar kewalahan. Ello sakit panas, batuk, dan mencret-mencret. Saya perhatikan, Ello selalu berulah setiap kali Papi nya pergi tugas berhari-hari. Kali ini Papi nya disetting ikut kegiatan survival. Ello jatuh sakit. Saya bingung dan pusing tujuh keliling. Hanya berdua di rumah saja membuat saya harap-harap cemas. Pengetahuan saya merawat anak sangat minim, jadi lah saya merawat sekadarnya. 1. Memastikan asupan makanan dan minuman Ello tercukupi. Anak saya rewel minta ampun. Makan enggak mau. Tapi saya enggak boleh panik. Meski cuma 2-3 suap makanan, yang penting ada yang masuk ke dalam perutnya. Susu maupun air putih hangat selalu saya standby kan. Jadi saya pastikan cairan selalu masuk ke dalam tubuhnya. 2. Obat-obatan selalu tersedia. Pengalaman selalu m...

Kopi VS Cangkir

Dalam sebuah acara reuni, beberapa alumni menjumpai guru sekolah mereka dulu. Melihat para alumni tersebut ramai-ramai membicarakan kesuksesan mereka, guru tersebut segera ke dapur dan mengambil seteko kopi panas dan beberapa cangkir kopi yang berbeda-beda. Mulai dari cangkir yang terbuat dari kristal, kaca, melamin dan plastik. Guru tersebut menyuruh para alumni untuk mengambil cangkir dan mengisinya dengan kopi. Setelah masing-masing alumni sudah mengisi cangkirnya dengan kopi, guru berkata, "Perhatikanlah bahwa kalian semua memilih cangkir yang bagus dan kini yang tersisa hanyalah cangkir yang murah dan tidak menarik. Memilih hal yang terbaik adalah wajar dan manusiawi. Namun persoalannya, ketika kalian tidak mendapatkan cangkir yang bagus perasaan kalian mulai terganggu. Kalian secara otomatis melihat cangkir yang dipegang orang lain dan mulai membandingkannya. Pikiran kalian terfokus pada cangkir, padahal yang kalian nikmati bukanlah cangkirnya melainkan kopinya." Hid...

Alkitab...Tempat Curhat Saya.

Menyambung postingan sebelumnya, saya masih mau berbicara tentang alkitab saya. Dari sekian alkitab milik saya, saudara, suami bahkan keluarga. Alkitab saya adalah yang paling lecek, ueleeek, kumuh, kumal, dan ga enak dipandang karena uda kelupas bagian luarnya. Tapi tetap saya jinjing kalau ke gereja. Bodo amat kata orang! Alkitab saya ini kalau orang buka pasti geleng-geleng kepala, karena isinya coretan semua. Isi coretan tersebut sebagian besar tentang cita-cita, do's-and-don'ts, self-reminders, dan mostly curhatan. Eaaaak! Jujur, sejak tahun 2005 saya menerima alkitab tersebut, baru saya utak-utik saya baca dan saya coret-coret dengan serius sejak akhir 2011 yang coretannya makin bertambah saja kian hari. Saya bukan...dan memang bukan seorang relijius karena saya baca alkitab. Saya membaca alkitab karena itu menenangkan. Bagi saya, alkitab saya itu serupa candu, terutama di kala saya emosi dan hampir depresi. Pernah saya dihujat, dihina, difitnah secara kasar. Aduh, se...

Kasih Karunia itu ANUGERAH

Pagi ini saya bangun lebih awal dari biasanya karena suami membangunkan untuk pergi duty pilot. Duty pilot itu tugas yang yang cukup menguras tenaga dan pikiran, kata suami saya. Siapapun yang duty pilot biasanya keningnya akan berkerut, apalagi jika pada hari itu lalu lintas pesawat skadron 32 maupun pesawat sipil lalu lalang. Intinya ruwet karena pekerjaannya memonitor dari hal-hal yang berkenaan dengan tugas tanggung jawab yang tertera pada desk job hingga yang tidak tertera. Kembali lagi ke saya yang baru bangun untuk mengunci pintu depan rumah, saya kemudian memutuskan untuk tidak tidur lagi. Saya ambil alkitab saya untuk bersaat teduh. Lalu, saya ambil telepon selular saya untuk membuka aplikasi renungan harian. Saya akui saya tidak bisa total lepas pada gadget, ada bagian diri saya yang masih konvensional alias jadul. Saya masih lebih suka membaca ayat firman Tuhan langsung di alkitab dan bukan di gawai (baca: gadget) saya. Ketika membaca firman Tuhan tersebut, ternyata ada p...

10+1 Kiat Mengurangi Kebencian Tanpa Membenci Kebencian | Qureta

10+1 Kiat Mengurangi Kebencian Tanpa Membenci Kebencian | Qureta Tulisannya bagus dan inspiratif. Pengin komentar dan cerita panjang, tapi mata sudah mengantuk. Bener deh 24 jam itu ternyata waktu yang sangat sedikit... Anyway, silahkan dibaca link di atas. Seperti biasa, tulisan Ayu Utami, pengarang favorit saya memang selalu membuat otak saya berolahraga. Hehehe...

Selamat Tinggal... Kenangan!

AB 3163 UQ adalah no plat motor saya merk Honda Suprafit velg racing dengan tahun pembuatan tahun 2007. Saya ingat persis waktu itu orangtua saya cuma kasih saya uang Rp 9,000,000-an untuk beli motor sebagai  moda saya selama kuliah di Yogyakarta. Uang tersebut hanya cukup membeli motor suprafit 2007 dengan velg jari-jari biasa sementara saya naksirnya velg racing. Saking naksirnya saya waktu itu, saya rela enggak makan yang enak-enak dan mulai menabung sehingga saya akhirnya bisa membeli motor keinginan saya yang waktu itu dibanderol Rp 12,600,000 harganya.