Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2018

A Quote From JFK

" Tampaknya saya perlu menjelaskan sekali lagi, bahwa yang saya pentingkan bukan soal iman gereja apa yang saya yakini, karena hal itu hanya penting bagi diri saya sendiri, tetapi yang saya pentingkan adalah soal Amerika seperti yang saya yakini. Saya percaya pada sebuah negara Amerika, yang melakukan pemisahan gereja dan negara menjadi sesuatu yang mutlak, yang tidak memungkinkan seorang imam Katolik mendikte presidennya --seandainya presiden itu seorang Katolik --tentang bagaimana harus bertindak. Dan tidak boleh ada seorang Pendeta Protestan pun yang akan memerintahkan jemaatnya untuk memilih calon yang ia pilih. " John F. Kennedy on Leadership, hal. 53-54 Oleh John A. Barnes

Do Good, Be Good

Sulit bagi siapapun untuk tetap berbuat baik ketika mengetahui orang yang tadinya dianggap baik dan bisa dipercaya ternyata justru kebalikannya. Siapapun akan kecewa dan memilih untuk berubah sikap. Tapi apakah itu solusi yang bisa menjadikan dunia lebih baik? Kalau solusi untuk mendamaikan hati sendiri, mungkin bisa. Tapi percayalah itu hanya sementara. Ketika saya "diceritain" ada orang yang ngomongin A, B, C tentang saya,  saya memilih untuk tidak mau mengetahui orang tersebut. Saya tidak mau saya berubah sikap terhadapnya. Dan lagipula, apakah dengan mengetahui dan mengklarifikasi akan menjadikan dunia lebih baik? Don't feed the gossip ! Sometimes clarifying gossip means feeding . Jadi biarkan saja... anggap tidak pernah terjadi apapun. Sulit? Banget. Tapi bukan berarti tidak bisa. :) We Cannot Please Anyone Betul! Semua orang punya kepala dan pasti punya pemikirannya masing-masing. Dan tidak semua orang bisa menerima apa yang sudah kita katakan, pikirkan dan ...

Tentang Perduli

A : Ada yang mau aku bicarain, tapi kuatirnya ga ada waktu lain. Jadi disini aja ya. B : Apaan? (Kepo ) A : Sekedar masukan karena aku sering dengar orang ngomong kalau kamu itu... B : Siapa yang ngomong? Aku ga mau dengar kalau aku ga tau orangnya! (Mendadak 3N : nyamber, nyolot, ngamuk) A : Ya kamu dengar dulu. Ini kan masukan. (Jadi agak emosi juga) B : (EH!RH#RRJ#@Y#)*YYH (Tetep ga terima, lalu mendadak diam.) A : (Pengin ikutan ngamuk juga. Kenapa juga saya harus ngomong, mending masa bodoh sajalah.) *** Bener! Jadi orang peduli itu serba salah. Susah. Karena kebanyakan manusia itu inginnya didengar, bukan mendengar. Dan benar juga, bahwa negativity infects anyone easily. Tuhan menciptakan manusia dengan 1 mulut dan 2 telinga agar kita banyak mendengar, bukannya kata-kata yang terlontar. Zaman NOW, perduli itu adalah perilaku yang dianggap langka, sikap masa bodoh malah menjadi sesuatu yang... normal. Bagi orang lain, mungkin bersikap perduli itu yah dua ha...

Jadi Istri Prajurit Itu Sulit. Kau Takkan Kuat, Biar Aku Saja. (part ONE)

Hari Minggu, 8 April kemarin, Saya seorang diri mengantarkan putra kedua kami untuk dibaptis. Lho, suaminya kemana? Suami saya mendadak didaulat untuk melaksanakan misi RANSUS RI 1 ke Sorong. Ah ya, suami saya itu seorang prajurit. Jadi mohon maaf saja, untuk urusan negara selalu ia nomorsatukan. Bicara tentang menomorsatukan, pikir punya pikir saya merasa kelewatan apabila saya memaksakan agar suami saya bisa mengikuti atau menghabiskan waktu bersama selalu dengan saya dan keluarga. Karena faktanya adalah suami saya bukanlah milik saya, dia milik negara. Selama suami saya masih berdinas, disitulah saya harus bersedia menjadi nomor sekian dalam hidupnya. Wah, hebat! Kakak sanggup dan kuat! Percayalah. Saya masih belajar menerima semuanya itu dengan lapang dada. ((Lapang Dada Sheila On 7  pun dilantunkan)). JUJUR saja, manis-manis dan serunya percintaan itu ya ketika kita masih pacaran. Setelah menikah, beuuuh... kalau air mata ini dikumpulkan, mungkin sudah bisa bergal...

Kita Yang Takkan Pernah Siap

Ada hal unik yabg terjadi pagi tadi di WA grup alumni SMA. Seorang rekan berinisial E menuliskan ulang berita yang didapatnya, informasinya kuranglebih mengenai betapa tidak adilnya sikap mayoritas kepada minoritas di negara tersebut. Lalu E ini diperingatkan bahwa jika ingin memposting berita tersebut sebaiknya di grup lain, tapi E ini ngotot. Tujuan E mempostingnya untuk menyuarakan dan mengajak rekan-rekan lainnya ( mungkin lho ya ) agar memiliki simpati yang sama dan mengecam aksi yang dilakukan mayoritas di negara tersebut. Kami yang tidak memiliki ide yang sama cenderung diam. Tapi ada yang menarik. Satu orang berinisial P mengambil suara. Dia bersuara. P yang notabene sudah harus hidup di negara lain sejak 2007, hidup dengan kultur budaya lain, dan harus hidup dengan orang-orang yang bukan lagi berbeda kepercayaan tentang Tuhan TAPI memilih tidak ber-TUHAN -- mengajak E berdiskusi melalui jaringan pribadi. Tak lama E memilih keluar dari grup kami itu. Selanjutnya rekan-reka...