Skip to main content

Posts

Showing posts from June, 2016

Bahagia itu Sederhana, Bahagia Itu Bila Bersama

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1437 H. Finally, the winning day of the majority arrived! Wish you nothing but may you all be blessed through this year, get purified in heart & soul, and may we all can meet each other in the next ramadhan! Amen. Hari ini tanggal 6 Juli 2016, namun karena postingan draft kemarin tanggal 27 Juni belum saya rampungkan, makanya yaudalah sekalian aja dirampungin alias disatuin dengan postingan ini. Hihi. Bahagia... itu yang bisa saya rasakan selama awal Juni kemarin hingga awal Juli ini.

Karena Jodoh, Rezeki, Ridho Takkan Kemana... Jika Memang Mau Berusaha Mencari.

Kemarin anting-anting saya letakkan sembarangan. Saking malasnya mengangkat tubuh untuk menaruhnya kembali di kotak perhiasan. Saya letakkan saja di dekat jendela, dekat tempat saya tidur. Saya lupa kalau anak saya akan dengan mudahnya meraihnya, memainkannya, dan mungkin menghilangkannya. Persis! Paginya saya bangun, mandi, menyiapkan sarapan Ello, lalu berkemas-kemas. Saya lupa dengan anting-anting saya. Siangnya saya bermain-main dengan Ello, lalu sesuatu yang menusuk di telapak kaki saya membuat saya berhenti bermain. Ketika saya mengetahui benda apa yang menusuk tersebut, spontan saya kaget luar biasa. Anting-anting saya! Saya mulai panik. Saya cari di tempat tidur. Tidak ada. Saya cari setiap lapisan bantal, seprai, selimut. Tidak ada! Saya mulai keringat dingin. Saya mulai memaki diri sendiri. Betapa cerobohnya saya. Saya mulai berdoa, berharap anting-anting saya ditemukan. Bukan apa, anting pemberian Mama itu sudah lama sekali saya miliki. Apalagi kisah yang melatar...

Monitoring

Sudah Juni! Wow. Luar biasa! Tak terasa sudah di pertengahan tahun 2016.  Apa kabar resolusi 2016? Hehehe. Banyak hal yang saya syukuri di tahun 2016 ini yang Tuhan berikan secara cuma-cuma kepada saya: mata dan hati yang dicelikkan, rezeki yang berkelimpahan, dan jiwa yang dibesarkan. 1) Ulang Tahun yang Luar Biasa Mei kemarin, tepatnya tanggal 26 kemarin. Saya genap berusia 28 tahun. Untuk pertama kalinya setelah saya menikah, suami saya menghadiahi saya nasi tumpeng. Tak mewah kami merayakan acara tersebut. Hanya dengan pasangan suami istri pendeta kami berdoa bersama, lalu makan dan bercengkerama.  Lalu, orangtua saya masih memberikan ucapan selamat, adik-adik dan sahabat-sahabat terkasih masih mengingat dan mengucapkan selamat ulangtahun sembari mengirimkan video-video lucu mereka.  Di usia saya yang ke 28 ini, saya masih bisa menikmati momen-momen bersyukur yang luar biasa. Tidak semua orang bisa menikmati momen seperti saya ini. 2) Menjadi ...