Jadi ceritanya ada temen saya yang mau beli barang ke saya. Sebut saja, KZL. Si KZL ini janjinya transfer Senin. Sampai dengan hari Sabtu ini, beliau ga transfer-transfer. Saya bbm ga di read. Cuma delivered aja. Saya SMS ga dibales. Saya telepon ga diangkat.
Kemungkinan dia ga meresponinya adalah antara lain:
1. Sibuk.
2. Sakit.
3. Emang ga serius beli.
4. Dia mati.
Kemungkinan nomor 1 dan 2 jelas ga mungkin, karena angka statistik membuktikan separah-parahnya sakit dan sesibuk-sibuknya seseorang, yang namanya hape buat update status hampir almost selalu always pasti di tangan. Ga percaya?!
Jadi opsi nomer 1 dan 2 kita anulir saja.
Nomor 4 juga ga mungkin, kalaupun iya saya pasti kirim bunga tanda berduka jika mendengar kabar beritanya. Sampai sekarang saya belum dengar kabar apa-apa, jadi dia masih hidup sehat dan montok.
Tinggal kemungkinan nomor 3 yang sangat mungkin. Dia ga serius mau beli.
Jadi opsi nomer 1 dan 2 kita anulir saja.
Nomor 4 juga ga mungkin, kalaupun iya saya pasti kirim bunga tanda berduka jika mendengar kabar beritanya. Sampai sekarang saya belum dengar kabar apa-apa, jadi dia masih hidup sehat dan montok.
Tinggal kemungkinan nomor 3 yang sangat mungkin. Dia ga serius mau beli.
Saya adalah orang paling baik di dunia yang getol memberi orang second chance. Toleransi saya terhadap orang sangat tinggi. Dan buat saya, uang bukan segalanya. Saya juga cantik, meski sudah berstatus emak-emak... hubungannya? Enggak ada.
Si KZL ini telah menyia-nyiakan kepercayaan saya. Dia dengan gaya meyakinkan ala dia meyakinkan saya bahwa dia akan beli barang tersebut dengan harga sekian, dan ditransfer hari senin. Tapi ketika saya meminta bukti transfernya agar barang segera diproses, dia langsung hilang... lenyap meninggalkan saya dengan tanda D tok di chat BBm.
Seandainya saja, si KZL bilang membatalkan orderannya, saya lega. Setidaknya barang bisa saya oper ke customer lain sehingga tidak membuat pengrajin saya menunggu.
Ini saya di PHP in!!!
Seandainya saja, si KZL bilang membatalkan orderannya, saya lega. Setidaknya barang bisa saya oper ke customer lain sehingga tidak membuat pengrajin saya menunggu.
Ini saya di PHP in!!!
Saya kecewa.
Saya marah.
Saya bete setengah mampus karena yang mem-PHP in saya adalah orang yang sudah saya kenal 8 tahun lamanya. Orang yang saya pikir perangainya juga akan berubah. Tapi ternyata... dia masih seperti yang dahulu. Saya sedih.
Saya marah.
Saya bete setengah mampus karena yang mem-PHP in saya adalah orang yang sudah saya kenal 8 tahun lamanya. Orang yang saya pikir perangainya juga akan berubah. Tapi ternyata... dia masih seperti yang dahulu. Saya sedih.
Bukan apa, masalah kepercayaan adalah hal yang krusial buat saya.
Akhirnya saya mengambil suatu kebijakan agar tidak merugikan pengrajin saya dan membuat pikiran saya plong.
Tentang si KZL yang belum ngabarin sama sekali? Bodo amat!
Akhirnya saya mengambil suatu kebijakan agar tidak merugikan pengrajin saya dan membuat pikiran saya plong.
Tentang si KZL yang belum ngabarin sama sekali? Bodo amat!
Saya cukup tahu saja karakternya yang seperti itu. Kalau kita tidak berubah dan mempertahankan gaya lama kita yang tidak baik, kita sendiri akan ditelan waktu dan banyak orang.
Lagipula, now is a time for me to stop caring that much of others business. There are other persons who work with me professionally need my attention. So, pardon me if I am gonna be bold and firm this time.
Comments
Post a Comment