Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2017

ASI atau SUFOR?

Bisa memberikan asi tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi para ibu. Namun, ada kondisi tertentu dimana tak semua ibu bisa menyusui bayinya. Apapun pilihan ibu untuk asupan bayinya, berhak dihargai. Dan kita tidak berhak menjudge pilihan mereka, para ibu yang memberikan sufor pada bayinya. Bisa menghasilkan ASI itu rezeki. Dan  rezeki adalah hak yang Kuasa, maka tak elok kalau kita meminta disamaratakan atau bahkan mempertanyakannya. Bagi ibu lain yang diberi rezeki ASI yang berlimpah, saya percaya kita diberi anugerah rezeki di hal lain. Namun secara pribadi, saya menyatakan dukungan terhadap pemberian ASI eksklusif (maksudnya menyusui) selama 6 bulan eksklusif dan dilanjutkan hingga 2 tahun atau lebih (kalau mampu). Meski pada realitanya, saya cuma mampu memberikan ASI pada Ello hanya 1 tahun karena Ello enggan menghisap puting saya lagi dan lebih memilih meminum susu dari botol. Alasan kenapa saya mendukung ASI sebenarnya sederhana :

Normal vs SC, Sama Enaknya... Sama Sakitnya... Sama Membahagiakannya!

"Wah, hebat kamu! Salut saya kamu bisa lahiran normal dengan berat badan bayi 3.5 kilo. Kalah saya."  kata mertua saya ketika mengetahui saya berhasil melahirkan normal kemarin. Sempat terselip dalam benak saya, berarti kemarin pas saya lahiran caesar berarti mertua saya ga salut dong? :( Memang ketika mengetahui saya berhasil lahiran normal dengan jarak persis 2 tahun dari kelahiran pertama saya yang melalui proses caesar, banyak yang memberi selamat dan memuji. Alasannya, bisa dihitung dengan jari berapa banyak orang yang berhasil melahirkan normal pasca caesar dengan jarak kurun waktu 2 tahun. Idealnya, melahirkan secara normal pasca caesar harus berjarak paling tidak lebih dari 2,5 - 3 tahun. *** Jadi, melihat respon orang-orang di sekeliling saya, maka izinkan saya menarik sebuah kesimpulan begini:

Terimakasih Tuhan dan Terimakasih Bapak Jokowi

Judul tulisan saya kali ini mungkin agak ngeselin bagi sebagian orang. Kenapa harus berterimakasih dengan Jokowi? Apa saya pendukung Jokowi? Saya Jokowi lover gitu? Sabar. Saya jelaskan dulu alasan kenapa sampai saya tega menuliskan judul begitu, yang mana selain saya berterimakasih kepada Tuhan saya, saya juga berterimakasih kepada Jokowi, Bapak Presiden saya. Jadi tanggal 1 Maret kemarin saya melahirkan kembali seorang putra dengan BB (berat badan) 3,5kg dan panjang badan 50 cm. Saya melahirkannya ke dunia ini atas seizin Tuhan Yang Maha Kuasa melalui persalinan NORMAL. Iyess, normal saudaraku! Suatu prestasi setidaknya bagi saya sendiri. Di kala zaman yang semakin maju ini,  justru melahirkan melalui persalinan normal malah menjadi sebuah hal langka. Proses melahirkan SC atau melalui operasi menjadi sesuatu yang wajar saat ini. Lha sekarang wong sedikit-sedikit operasi. Barangkali hal instan dan tidak mau repot telah mendarah daging dalam diri kita. Tak cukup kebaikan...