Bisa memberikan asi tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi para ibu. Namun, ada kondisi tertentu dimana tak semua ibu bisa menyusui bayinya. Apapun pilihan ibu untuk asupan bayinya, berhak dihargai. Dan kita tidak berhak menjudge pilihan mereka, para ibu yang memberikan sufor pada bayinya. Bisa menghasilkan ASI itu rezeki. Dan rezeki adalah hak yang Kuasa, maka tak elok kalau kita meminta disamaratakan atau bahkan mempertanyakannya. Bagi ibu lain yang diberi rezeki ASI yang berlimpah, saya percaya kita diberi anugerah rezeki di hal lain. Namun secara pribadi, saya menyatakan dukungan terhadap pemberian ASI eksklusif (maksudnya menyusui) selama 6 bulan eksklusif dan dilanjutkan hingga 2 tahun atau lebih (kalau mampu). Meski pada realitanya, saya cuma mampu memberikan ASI pada Ello hanya 1 tahun karena Ello enggan menghisap puting saya lagi dan lebih memilih meminum susu dari botol. Alasan kenapa saya mendukung ASI sebenarnya sederhana :