Ada yang berbeda dengan musim penghujan kali ini. Pertama, ia jatuh ke bumi membasahi mereka yang telah lama kering di awal bulan November ini. Kedua, kenangan yang ia bawa kini sudah tak sama lagi. Tanggal 6 November kemarin ia jatuh untuk pertamakali di bumi arema ini, tepatnya di depan halaman rumah kami, mengguyur dan mengirim aroma hujan yang tlah lama saya rindui. Tanpa bermaksud lebay, apalagi sok puitis, saya menuangkannya ke dalam bentuk tulisan karena saya benar-benar telah lama menanti dirinya. Saya berterimakasih karena kasih Tuhan tlah menjelma dalam bentuk tetesan-tetesan air yang memberi kehidupan.