Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2016

Mental Keroyokan

Berita akhir-akhir ini bikin muak, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Khusus dari dalam negeri, kasus Ahok seperti tiada habis-habisnya. Kelompok grup seberang ingin Ahok ditahan biar ga kabur sehingga tanggal 2 Des nanti demo lanjutan yang diwacanakan akan berjalan baik dan tertib. [Batin saya, ini kelompok kok sak penak udele dewe?! Sudah tukang provokator, menghina simbol dan ideologi negara, eh malah ngancem lagi? Situ ngerasa oke?!] Lalu, ada kabar jelek lagi hanya gara-gara hutang Rp 75,000; yang dipiutangi kesal lalu menuliskan curhatannya... eh malah doi yang dihajar rame-rame. Astaga, ini kok jadi terbalik ya? Yang ngutang kok yang ngamuk? Keroyokan lagi?! Tapi... jangan-jangan memang seperti ini potret kepribadian bangsa kita? Berani bukan karena benar. Berani karena BANYAK.

No Longer SIAP... nor MOHON IZIN...

Sebuah kabar menggembirakan dari teman saya terdengar hari ini, tepatnya malam tadi. Sembari cerita-cerita di kala makan malam bersama dengan para senior Navigator yang masih aktif di Lanud Abdulrachman Saleh, sebuah celetukan terdengar bahwa hasil jumpa kuker dengan Ketua Daerah PIA AG, salah satunya mengumumkan sosialisasi untuk tidak MEMBERLAKUKAN lagi pengunaan kata : Siap, Mohon Izin... karena kosakata tersebut laiknya diucapkan di kalangan kedinasan saja. Namun, penggunaannya di kalangan para istri sudah tidak diwajibkan lagi, meski penggunaan bahasa baku hukumnya masih bersifat wajib. Senang? Banget!

Merayakan Kehilangan

Ada yang ikut hilang dalam bagian diri ini ketika mendapati sebuah pagiku yang indah ternyata tak turut dialami oleh saudara sebangsaku di tanah lain. Sepertinya baru tanggal 28 Oktober kemarin Hari Sumpah Pemuda diperingati. Baru tanggal 10 November kemarin pula, peringatan Hari Pahlawan didengungkan. Apa bangsaku ini memang bangsa pelupa? Semua hari peringatan sejarah negeri ini bisa ada cuma sekedar seremonial belaka? Lalu lupa bahwa kenikmatan yang kita alami ini adalah hasil kerjasama. Kerjasama, Kawan!

Tenangkan Dirimu, Kawan. SEMUA Ini Murni Politik.

Beberapa waktu yang lalu terjadi demonstrasi di Negara ini, tepatnya di Jakarta. Ratusan ribu orang yang mengaku muslim yang tidak terima akan pernyataan Ahok yang seakan menista agama Islam terkait ucapannya yang menyinggung Surat Al-Maidah, turun berdemonstrasi minta agar Ahok dihukum. Saya menyikapinya bukan dari segi Ahok salah atau benar. Ya, bagi Ahok yang tidak bermaksud menyinggung seperti yang dituduhkan, pasti merasa benar. Namun, bagi orang yang keburu jengkel dan mrungkel dengan gayanya Ahok, ditambah lagi provokasi sana-sini pasti beranggapan Ahok salah. Terserahlah. Itu hanya masalah perspektif. Sayangnya, lagi-lagi Negara harus direpotkan sehingga mesti turun tangan memediasi masyarakat yang tengah terbagi menjadi 2 gelombang: PRO dan KONTRA. Saya kalau jadi pihak ketiga bakalan cuma ketawa dalam hati, betapa tak bergunanya logika yang Tuhan beri kalau kita hanya repot mengurus masalah perspektif.

"Nak, jangan bercita-cita jadi presiden, tentara, dokter yah! Jadilah pribadi seperti Pak Jokowi."

Halo, Anak-anakku sayang... Ello dan Gio. Mami engga tau usia kalian sudah berapa ketika membaca tulisan Mami ini. Perlu kalian ketahui, Mami menuliskan tulisan ini pada hari Sabtu, 5 Nopember 2016 di komplek rumah Lanud ABD Saleh. Iya, rumah dinas gratisan milik Negara yang diberi secara cuma-cuma oleh senior Papimu, Navigator letting 1996 sekaligus rumah yang belum pernah kita betulkan sama sekali Jadi harap maklum, di Sore hari ini hujan deras, beberapa spot rumah tergenang air karena atap bocor. Ello sudah tidur setelah dimandiin dan disuapin Mba Fitri, rewang kita yang baik hati.  Mami masih dengan Gio di dalam perut, sehingga Mami kewalahan jika merawatmu seorang diri. Jadi, mohon maaf bila sebagian besar waktumu bersama Mbak Fitri.