Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2016

Harus Punya Mobile Banking Biar Tidak Merepotkan!

Adik saya ngomel-ngomel jika saya minta tolong mendahulukan transfer sekian rupiah ke manapun, ke siapapun, dan kapanpun. Bukan karena saya enggak bayar nantinya, tapi persoalannya adalah saya ini MEREPOTKAN!!! Sesekali dimintai tolong, okelah. Lha ini kok ngelunjak , minta tolong kok terus-terusan? Alhasil, saya dicereweti duo adik (bukan 1 lagi, melainkan duaa) di line grup kami: Cakep-cakep Simamora. Hehehe. Saya diomongi gimana mau berhasil usahanya, transaksi aja nebeng?! Bikin mobile banking kek, internet banking kek, sms banking kek... kakek-kakek kek. Jadilah akhirnya saya buat 2 mobile banking app di hape murahan saya. Saya punya 4 akun Bank: Mandiri, BRI, BCA, dan Niaga. Baru 2 yang saya buat, yakni BRI dan Mandiri. Eitts, bukan karena saya kaya raya ya punya 4 akun Bank, tapi semata-mata karena tuntutan usaha. Mau enggak mau memang harus punya banyak. Akhirnya...jadilah saya memiliki 2 aplikasi mobile banking di hape saya. Ternyata oh ternyata... UENAAAK tenan! Guam...

2 Tahun Menikah Itu Rasanya...

LUAR BIASA! Luar biasa masalahnya... Luar biasa mengalahnya... Luar biasa kelakuannya... Luar biasa pokoknya... 22 Pebruari 2016 kemarin, pernikahan kami genap berusia dua tahun. Rasa cinta saya terhadap suami sudah berubah. Tidak lagi seperti dahulu ketika kami masih pacaran. Ketika pacaran dahulu, rasa cinta kami sarat dengan ungkapan dan sentuhan mesra yang membuat kami langsung mabuk kepayang. Pacaran yang identik dengan bbm, sms, telepon, makan bareng, kencan, bunga, cokelat, dan aneka hadiah yang membuat pipi sering merona merah. Ketika itu semua terpenuhi, cukup. Lalu ketika kami dilanda masalah atau salah satu berulah, kata-kata mesra dan semua yang kami lakukan ketika kami sedang romantis-romantisnya berubah menjadi amarah. Ya, sedangkal itulah cinta kami di kala masih pacaran. Memasuki bahtera rumah tangga, hal-hal semacam itu menjadi menggelikan. Maka wajar jika Mama saya tidak terbiasa dan menganggap Ayah saya aneh ketika Ayah menyanyikan lagu mesra dan member...

Ketika Lulusan UGM yang Cuma Menjadi Ibu RT... Ngrumpi

"Aku aja ga nyangka jo kamu yg pinter dan cantik jadi emak2 momong anak gini..walopun kegiatan mu ibu2 jg segudang, tetep aja statusnya di rumah wkwkwkwk..sumpah deh aku ga nyangka lho dl hi hi.. " aku seorang kawan saya yang lulusan HI UGM juga. Sebut saja Wulandari yang memang nama aslinya. Saya biasa memanggilnya Wulan. Wulan ini ibu RT juga, sudah punya anak 1 berikut anak yang di dalam perutnya. Suaminya dinas di Kalimantan di sebuah perusahaan tambang. Wulan ini juga punya usaha tas dan sepatu rajut sehingga kami pun bekerjasama satu sama lain dalam rangka upaya mencukupi dan bahkan meningkatkan kemampuan belanja kami terhadap kebutuhan maupun keinginan nafsu kami. Singkat cerita, kami ber BBm-an di suatu malam, mulai membahas orderan-orderan berlanjut gosip seputar HI, hingga Wulan mengomentari hidup saya. Saya lho, Pemirsaah!

Tentang Kehilangan

"Jaga diri, bawa diri, tingkatkan kualitas..." Kalimat tersebut dahulu sering didengung-dengungkan suami saya di setiap akhir pembicaraan kami, di setiap surat yang dia tulis di waktu kami pacaran. Bahkan menjadi penghias sekaligus penyemangat di dalam buku hariannya di tahun 2011 silam. Kalimat tersebut menjadi favorit quotes kami, selain "bertahap, bertingkat, berlanjut."; "selama itu baik, kenapa tidak?", dan sebagainya... Dan betapa terkejutnya saya bahwa penggagas kalimat bagus tersebut adalah seorang Mayor Penerbang yang gugur dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya sebagai abdi negara pada hari ini tadi. Mayor Penerbang Ivy. Kata-katanya lah yang terus menggema dalam hati pikiran suami manakala dia merasa kesusahan atau kepayahan dalam berbagai hal. ***

Harus SERBA BISA!

Jadi... beberapa waktu belakangan ini saya sering dipakai. Eitss, jangan negative thinking dulu! Mungkin bahasa tepatnya bukan dipakai, tapi diberdayakan karena dianggap mampu. Berawal dari menang lomba vocal group yang melibatkan ibu-ibu perwira dan bapak-bapak anggota yang memainkan alat musik dari barang-barang daur ulang, kami keluar menjadi juara 1 pada HUT PIA yang ke 59 se Lanud Abd Saleh. Setelah menang, tawaran job pun mulai mendera... (Tsaaah!) Mulai dari tampil pada HUT PIA puncak, berlanjut sebagai pengisi acara pada saat kuker KASAU kemarin, daaan... akan tampil lagi di acara Dharma Pertiwi di Surabaya nanti. Lelah? Pasti. Bangga?! Otomatis. Terlepas dari pemberdayaan saya tadi, saya juga mau berbagi cerita dan pengalaman bagaimana saya yang biasa ini kemudian dituntut jadi serba bisa.