Seorang istri dari senior suami adalah teman kuliah saya dulu. Akhirnya kami bertemu di suatu kesempatan. Beliau cukup kaget dengan keadaan saya yang menurut kacamatanya barangkali sangat biasa saja.
Kok bisa?
Yaiyalah, masa seorang lulusan HI UGM cuma jadi Ibu RT di kala lulusan HI UGM lainnya rata-rata berkarir di kementerian, BUMN, dan perusahaan multinasional bonafide lainnya!!!
Yaiyalah, masa seorang lulusan HI UGM cuma jadi Ibu RT di kala lulusan HI UGM lainnya rata-rata berkarir di kementerian, BUMN, dan perusahaan multinasional bonafide lainnya!!!
Pertanyaannya yang paling maktess adalah: "kamu enggak daftar jadi PNS aja, Yo?"
Ya, dia seorang PNS.
Ya, dia seorang PNS.
Siapa yang enggak ingin berkarir jadi PNS? Hanya orang gila yang bilang enggak! Jelas! PNS itu enak.
Selain ada gaji bulanan tetap dengan peningkatan bertahap, jenjang karir juga jelas, dan dijamin negara (baik kendaraan dinas, pendidikan lanjutannya, maupun keluarganya ditunjang negara), bisa request mau dimana ditempatin dengan catatan mengikuti suami.
Saya cuma senyum-senyum dongkol. Jujur saya sudah coba 2x mencoba PNS. Pertama, di Jakarta tahun 2013 kemarin. Saya cuma dapat ranking 15 so seleksi tahap keduanya. Sementara yang diambil 10 besar di LIPI.
Kedua, di Malang tahun 2014 kemarin. Saya dapat ranking 9 di seleksi BPD. Tapi yang diambil cuma 1, yang ranking 1-nya pasti.
Saya bilang ke suami kalau saya akan coba lagi nanti untuk yang terakhir kalinya. Tapi jika tetap gagal, saya minta maaf saya enggak akan coba lagi.
Menyerah? Belum, makanya saya coba sekali lagi peruntungan saya.
Kedua, di Malang tahun 2014 kemarin. Saya dapat ranking 9 di seleksi BPD. Tapi yang diambil cuma 1, yang ranking 1-nya pasti.
Saya bilang ke suami kalau saya akan coba lagi nanti untuk yang terakhir kalinya. Tapi jika tetap gagal, saya minta maaf saya enggak akan coba lagi.
Menyerah? Belum, makanya saya coba sekali lagi peruntungan saya.
Tapi kalau belum beruntung juga lantas bagaimana?
Kebetulan saya bukan tipe orang yang mengurung diri dan meratap serta tidak makan minum berhari-hari karena gagal, saya yakin pintu-pintu kesuksesan tidak hanya ada di status PNS. Saya masih punya berjuta opsi yang lain.
Kebetulan saya bukan tipe orang yang mengurung diri dan meratap serta tidak makan minum berhari-hari karena gagal, saya yakin pintu-pintu kesuksesan tidak hanya ada di status PNS. Saya masih punya berjuta opsi yang lain.
Kembali ke pertanyaan kawan saya yang juga senior saya yang PNS itu, saya jawab: "Saya sudah coba. Gagal. Nanti coba lagi." Tapi dalam batin saya yang tidak perlu saya suarakan, saya menjawab:"saya sebenarnya lebih tertarik bekerja untuk diri sendiri, jadi saya bisa juga bagi waktu untuk anak saya dan suami tercinta saya. Syukur-syukur bisa menciptakan pekerjaan bagi orang lain."
Kamu Enggak Daftar PNS?
Comments
Post a Comment