Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2015

Tentang Jatuh

"Awas, jangan sampai anak kamu jatuh! Anak-anak saya enggak pernah itu jatuh sama sekali!" Ibu mertua saya, usia 49 tahun yang cantik dan baik hati, cuma tata bahasa  dan intonasi penyampaiannya dalam mengemukakan sesuatu masih agak berantakan. Ello, anak pertama saya sudah pernah jatuh dari tempat tidur. Tenang! Jatuhnya dari tempat tidur yang cuma sejengkal tingginya dari permukaan lantai. Dan bukan karena ketidaksengajaan saya, Ello jatuh. Justru karena saya menginginkan dia belajar jatuh. Lho?!

Kangen

Rasanya menyenangkan ketika kemanapun kita pergi nanti, tiap tempat yang pernah kita jejaki akan trus kita rindui. Saya, 27 tahun. Kangen. Saya memang lagi kangen. Kangen pada kota Yogyakarta. Kota yang sudah 1,5 tahun tidak pernah saya injak lagi sejak Maret 2014. Lucu memang, saya juga mengangeni suasana dan bahkan para manusianya yang sempat saya kenal. Suasana yang membuat saya pernah sedih, bahagia, bahkan bingung dalam menafsirkannya. Saya merantau pertamakali di Yogyakarta tahun 2006. Kota yang memiliki universitas negeri tersohor yang entah bagaimana ceritanya saya kok bisa-bisanya diterima jadi mahasiswanya. Tapi saya cukup bahagia menyandang status sebagai alumni nya. Karena tidak semua yang berstatus mahasiswanya, bisa menjadi alumninya.

Sesuatu Tentang Sabtu

Sebenarnya tidak ada relevansinya dengan hari Sabtu. Lantaran postingan saya ini, saya tulis di hari Sabtu. Saya juga bingung memberi titel terhadap tulisan saya kali ini, dan sebenarnya apa yang hendak saya tulis. Jadi saya mencoba menulis pelan-pelan, berusaha mereka-reka sebenarnya kemana arah tulisan saya ini nanti, dan sebelumnya memohon ampunan jika dahi Saudara mengernyit karena antara judul, isi hingga tagar tidak memiliki korelasi sama sekali. Jadi mungkin seperti itulah saya saat sekarang: pikiran dan perasaan sedang bertentangan. Pertentangannya terletak di: tepat atau tidaknya saya menulis perasaan dan pikiran saya saat ini karena saya rasa-rasa seperti membuka memori saya yang lampau tentang suatu kejadian yang tidak mengenakkan. Tapi barangkali saya terlalu cepat menyimpulkan keadaan diri saya di hari Sabtu yang indah ini. Kalau memang bertentangan, tentu saya hidup takkan pernah nyaman. Baiklah, saya ceritakan dulu perlahan-lahan sampah pikiran saat ini.