Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2018

Anak Sehat, Anak Kuat

"Karena pemahaman yang salah, temen-temen saya ga mau mengimunisasikan anak-anaknya. Alasannya haram. Saya berharap mereka melek informasi dan mau mengimunisasikan anak-anaknya lagi. Bukan apa, anak-anak saya kan bergaulnya dengan anak-anak mereka yang ga mau diimunisasi. Kalau mereka terjangkiti gimana?" Jelas saya ke temen saya yang sebut saja namanya Angela pada saat ceramah mengenai penyakit difteri di lingkungan TNI AU tadi pagi. Angela tertawa sambil menggeleng. "Ya Allah kejamnya, Mbak." Ujarnya menanggapi pernyataan saya yang dipertegas dengan pertanyaan itu. Saya bukan pelopor gerakan pro vaksin. Saya bukan bermaksud melawan mereka yang tergolong komunitas antivaks yang belakang santer terdengar. Saya cuma ibu dua anak yang ingin mempersiapkan generasi saya kuat dalam menghadapi dunia. Dan kita harus sepakat bahwa sehat dan kuat itu setali tiga uang. Jadi saya kesal sekali ke para ibu yang menganggap sepele imunisasi. Batuk rejan alias difteri yang ke...

Menjaga Silaturahmi Menjadi Menjaga Diri Sendiri

Menyapa harusnya tak membuat harimu rusak. Tapi kemarin seharian saya merenung karena menyapa seseorang. Sapaan saya via whatsapp tidak dibalas. Karena malas berpikir yang tidak-tidak ya sudah, saya delete chat saja. Saya mencoba untuk tidak berasumsi jelek. Saya pikir mungkin dia sibuk sehingga tidak memiliki waktu untuk membalas chat saya. (Sementara recent updates WA nya gencar yess!) Menyapa meski isi sapaan tak seberapa signifikan mengindikasikan bahwa masih ada perhatian dan masih ada niat untuk menjaga tali silaturahmi. Menyapa merupakan bentuk komunikasi dengan harapan yang disapa akan memberikan umpan balik. Sederhananya, komunikasi itu 2 arah. Kalau cuma 1 arah itu informasi. Menjaga tali silaturahmi itu penting. Biar tidak slek, kata orang-orang. Dan persis! Di zaman yang makin 'jedun' ini, orang-orang bahkan saya jadi gampang sensi-an. Makanya saya menjaganya dengan berusaha bersikap bersahabat. Tapi kalau yang disikapi baik malah pongah dan jumawa, ya saya mund...

My Great Grateful List

Awal 2017 saya membuat kesepakatan dengan diri saya sendiri, yakni untuk menuliskan setiap berkat nikmat Tuhan yang saya terima dan memasukkannya ke dalam My Grateful Jar, sebuah toples bekas pembagian kue lebaran. Yang menginspirasi saya melakukan ini adalah untuk mengurangi sifat mengeluh yang sudah mendarah daging dalam diri saya. Hasilnya? Cukup membuat saya berdecak kagum bagaimana Tuhan, Sang Pemberi Kehidupan, bekerja dalam hidup saya. Saya akan menuliskan kembali apa-apa saja yang sudah Tuhan berikan yang menurut saya WAJIB saya masukkan dalam hal yang membuat saya bersyukur. 1. Januari - Tanggal 10 adalah misi pertama suami di tahun 2017. Misinya ke Pontianak, dan karenanya ortu saya bisa nitipin makanan khas Pontianak berikut masakan Mama: sambel pete tempe & tahu, ikan tuna goreng, buah-buahan seperti manggis, rambutan, pisang, jeruk sambel, dan pete mentah! Yeheeey... bahagia rasanya punya Mama yang perhatian di kala anaknya sedang ngidam (padahal uda hamil tua). -...