Yth. Ibu Veronica Basuki Tjahaja Purnama.
Perkenalkan nama saya Yohana Meyridha Simamora. Seorang perempuan, Ibu, dan istri. Status kita sama, Ibu. Bedanya Ibu jauh lebih dewasa, matang, dan merupakan seorang istri pejabat yang cukup disoroti akhir-akhir ini. Kalau saya, jelas bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa, Ibu.
Tidak ada yang bisa dibanggakan dari saya. Saya cuma ibu RT dan istri dari seorang abdi negara tanah air di TNI AU. Namun demikian, meski saya tidak memiliki suatu hal apapun yang bisa dibanggakan, tapi saya bangga saya bisa menemukan figur seorang perempuan seperti Ibu di negeri ini
Maksud saya gini lho, Bu. Sejak Bapak Jokowi dan Bapak Ahok yang notabene suami Ibu naik daun, saya mulai penasaran dengan para perempuan yang mendampingi beliau-beliau ini.
Kalau Ibu Iriana, mungkin sudah banyak yang mengulas atau bahkan mungkin beliau tidak terlalu terbuka terhadap media, sehingga liputan mengenai beliau saya rasa kurang. Tapi yang pasti, sebagai seorang istri beliau memainkan perannya dengan cukup bijak dan juga suaminya, Bapak Jokowi tidak kontroversial seperti -maaf- suami Ibu. Jadi Ibu Iriana merasa tak perlu terlalu aktif di media sosial, cukup Kaesang saja yang ngehits di media sosial.
Saya menyukai Ibu Veronica. Jujur, saya kagum sama Ibu. Ibu bisa sabar menghadapi publik terkait permasalahan yang dihadapi Bapak Ahok. Kalau saya jadi, Ibu. Suami saya pasti sudah saya marahi habis-habisan, saya akan teriak padanya betapa cerobohnya suami saya mengeluarkan statement yang sekiranya memicu kelompok mayoritas [karena agama] di negeri ini menjadi marah. Sialnya, hal itu dikeluarkan oleh Bapak Ahok yang seorang Kristen dan Cina pula. Alias merupakan golongan sekian persen di negeri tercinta ini.
Kalaupun saya mendukung suami saya, saya akan teriak-teriak di sosmed, bahkan membela suami saya mati-matian dengan ikutan mengumpat, menjelek-jelekkan orang yang menjelekkan suami saya. Pokoknya akan saya balas, tangkis, dan reaktif lah intinya.
Tapi, Bu... Anda tidak melakukan itu semua. Tidak keduanya.
Ibu bungkam.
Namun dalam keterbungkaman ibu itu BARU lah saya tahu bahwa Ibu tetap bekerja dengan sepenuh hati dalam menunaikan tugas dan tanggungjawab ibu sebagai seorang istri, ibu dari anak-anak, dan Ibu Gubernur DKI Jakarta mengingat tugas Ibu mengikuti jabatan suami meski suami pun sedang cuti dari jabatannya.
Saya tertampar, Bu. Jujur, sikap ibu seperti ini membuat saya tertampar bolak-balik. Ditambah lagi, saya melihat video ibu di Youtu*e dalam wawancara singkat ketika ditanyai mengenai program kerja suami, Ibu menjawab dengan mantap apa yang menjadi tugas dan tanggungjawab suami Ibu.
Ibu bukan lagi paham dan tahu.
Ibu seperti ikut terjun dalam apa yang dikerjakan suami.
Saya kalau ditanyai begitu, jujur akan bingung. Karena sampai sekarang pun istilah-istilah kemiliteran khususnya sebagai seorang istri bersuamikan prajurit TNI AU saja, saya masih suka bersalahan. Syukurnya saya punya suami yang sabar dalam menjelaskan.
Saya tak tahu apa Ibu pernah mengalami hal dimana Bapak Ahok berlutut di hadapan Ibu, menyatakan dirinya begitu lelah dan ingin berhenti. Saya tak tahu apa Ibu pernah mengalami suami menangis dalam pelukan Ibu, lalu berdoa bersama meminta kekuatan dari Tuhan... Saya tak tahu bagaimana ibu bisa menguatkan Bapak Ahok sehingga beliau saya lihat MASIH bisa berdiri kokoh di setiap debat pilkada, di setiap kampanye nya, dan...di setiap sidang yang beliau ikuti.
Saya tak tahu kekuatan apa yang Ibu suntikkan sehingga Bapak Ahok kuat dalam menjalani semuanya itu.
Yang Terhormat, Ibu Veronica Basuki Tjahaja Purnama. Saya hanya bisa berdoa ya, Bu. Agar Ibu dan Bapak beserta keluarga besar senantiasa diberi kekuatan untuk melalui semuanya ini. Saya percaya Ibu dan Bapak bukan tipe pejabat yang gila kekuasaan. Tapi gila melayani. Gila kerja... Untuk bangsa ini.
Anggaplah saya berlebihan, tapi itu yang Ibu dan Bapak perlihatkan.
Kalaupun Bapak Ahok tak terpilih lagi, saya percaya Ibu-Bapak tak mengapa dan justru jauh lebih bahagia. Cuma, Bapak - Ibu bahagia, rakyat yang tadinya Bapak - Ibu sempat layani, kembali akan menderita.
Tapi apapun itu... Saya yakin Tuhan Yang Maha Kuasa takkan tinggal diam. Apa yang tak mungkin bila Tuhan telah ikut campur tangan?
Terimakasih, Bu Veronica yang pernah hadir dan menambah khazanah serta perbendaharaan saya tentang perempuan yang penuh teladan.
Tak soal Ibu jadi Ibu Gubernur kembali atau tidak, bagi saya ibu lebih dari sekedar seorang Ibu pejabat.
Tuhan Yang Maha Kuasa menyertai Ibu dan keluarga selalu...
Comments
Post a Comment