Pagi ini saya bangun lebih awal dari biasanya karena suami membangunkan untuk pergi duty pilot. Duty pilot itu tugas yang yang cukup menguras tenaga dan pikiran, kata suami saya. Siapapun yang duty pilot biasanya keningnya akan berkerut, apalagi jika pada hari itu lalu lintas pesawat skadron 32 maupun pesawat sipil lalu lalang. Intinya ruwet karena pekerjaannya memonitor dari hal-hal yang berkenaan dengan tugas tanggung jawab yang tertera pada desk job hingga yang tidak tertera.
Kembali lagi ke saya yang baru bangun untuk mengunci pintu depan rumah, saya kemudian memutuskan untuk tidak tidur lagi. Saya ambil alkitab saya untuk bersaat teduh. Lalu, saya ambil telepon selular saya untuk membuka aplikasi renungan harian.
Saya akui saya tidak bisa total lepas pada gadget, ada bagian diri saya yang masih konvensional alias jadul. Saya masih lebih suka membaca ayat firman Tuhan langsung di alkitab dan bukan di gawai (baca: gadget) saya.
Ketika membaca firman Tuhan tersebut, ternyata ada perbedaan intepretasi sedikit antara kata pada ayat tersebut. Di alkitab saya, namanya Kasih Karunia. Sementara di potongan ayat dalam renungan harian saya, kasih karunia telah berganti kata menjadi anugerah.
Buru-buru saya membuka nats yang menjadi nats ayat sidi saya pada tanggal 5 Juni 2005 di Pontianak. Begini kira-kira bunyinya:
Ibrani 4:16
Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri tahta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.
Saya baca lalu saya ganti kata "kita" menjadi Yoan (nama kecil saya), lalu kasih karunia menjadi anugerah.
Saya baca pelan-pelan hingga membuat bulu kuduk saya merinding... darah saya berdesir.
"Sebab itu marilah Yoan dengan penuh keberanian menghampiri tahta anugerah supaya Yoan menerima rahmat dan menemukan anugerah untuk mendapat pertolongan Yoan pada waktunya."
Saya diminta untuk berani untuk datang sendiri kepada pemberi rahmat dan anugerah, untuk menerima rahmat, menemukan anugerah yang menjadi pertolongan saya nanti pada waktunya.
Tuhan mau saya datang sendiri... saya yang berinisiatif sendiri... DIA mau saya hampiri.
DIA mau kali ini saya yang jemput berkat rahmat dan anugerah saya sendiri... selama ini mungkin DIA terus yang datang memberi, tapi kali ini saya dianggapNya telah dewasa jadi saya yang harus mendatangiNya.
Kali ini, saya harus meresponi panggilanNya sebelum waktu memakan habis keberanian yang saya miliki..
Amin.
Comments
Post a Comment