Sulit bagi siapapun untuk tetap berbuat baik ketika mengetahui orang yang tadinya dianggap baik dan bisa dipercaya ternyata justru kebalikannya.
Siapapun akan kecewa dan memilih untuk berubah sikap. Tapi apakah itu solusi yang bisa menjadikan dunia lebih baik? Kalau solusi untuk mendamaikan hati sendiri, mungkin bisa. Tapi percayalah itu hanya sementara.
Ketika saya "diceritain" ada orang yang ngomongin A, B, C tentang saya, saya memilih untuk tidak mau mengetahui orang tersebut. Saya tidak mau saya berubah sikap terhadapnya. Dan lagipula, apakah dengan mengetahui dan mengklarifikasi akan menjadikan dunia lebih baik?
Don't feed the gossip! Sometimes clarifying gossip means feeding. Jadi biarkan saja... anggap tidak pernah terjadi apapun. Sulit? Banget. Tapi bukan berarti tidak bisa. :)
We Cannot Please Anyone
Betul! Semua orang punya kepala dan pasti punya pemikirannya masing-masing. Dan tidak semua orang bisa menerima apa yang sudah kita katakan, pikirkan dan lakukan.
Kita tak perlu repot menjelaskan bagaimana diri kita bagi mereka yang memilih untuk tidak mau mengenal kita secara dekat. Cukup senyum saja dan... tetaplah berbuat baik.
Do Good, Be Good! Dan orang masih saja memberi komentar dan mencari kekurangan kita? Tetaplah berbuat baik, seakan hari ini adalah hari terakhir Anda hidup. Percayalah mereka-mereka yang gemar mencari dan mengomentari kekurangan orang lain pun sebenarnya sering alpa dengan kekurangannya sendiri. Lupa kalau mereka pun masih manusia. Tapi tak apa, tetap dan terus belajar untuk memiliki hati seluas samudera dan mencintai tanpa syarat, karena dunia ini takkan lebih baik jika Anda menerapkan prinsip »»» apa yang lo lakuin ke gue, gue lakuin ke elo.
Introspeksi
Tak selamanya pula masukan itu salah. Tak selamanya juga komentar pedas orang itu tanda mereka iri, dsb. Bisa jadi memang itu kenyataannya.
Jadi segeralah pula introspeksi diri.
Sebuah kalimat yang menjadi kalimat favorit saya yang dilontarkan oleh adik saya:
Orang yang sayang kita akan menegur kita secara langsung...
Jadi berbahagialah apabila masih ada orang-orang yang menegur kita secara langsung, santun dan akrab karena itu menunjukkan mereka mencintai kita. Mereka ingin kita menjadi lebih baik.
Tapi apabila ada orang yang menegur kita dengan judes, jutek, sadis, dan sebagainya... maklumilah karena mereka membutuhkan kasih dari Anda dan tetaplah introspeksi diri. Intinya tetaplah menjadi orang baik meski keadaan dunia ini tidak baik.
Anda lah Sang Pemegang Kunci untuk menjadikan dunia ini lebih baik.
Bagaimana untuk menjadi pribadi yang tetap baik dan berlaku baik?
There are plenty of things we can do to stay good and bring the best out of us, yaitu banyak baca bacaan yang bermutu, banyak bergaul dengan orang yang jauh lebih baik dari kita, lebih pintar, lebih berani, lebih menginspirasi dan sebagainya, kemudian selalu temukan kelebihan orang lain dan bukan mencari tau kekurangan orang lain, terakhir membuat mimpi-mimpi kita menjadi nyata alias berkarya...
Ingat, bergosip itu bukan berkarya! Mengomentari orang juga bukan karya... (( tepok jidat tanda mengingatkan diri. ))
Cheers,
Comments
Post a Comment