Sebentar lagi hari-hari di tahun 2016 akan berakhir. 2017 pun akan tiba namun dengan mendatangkan rasa khawatir.
Khawatir bila ternyata saya tidak bisa menjalaninya dengan baik dan penuh antisipasi.
Khawatir bila ternyata saya tidak bisa menjalaninya dengan baik dan penuh antisipasi.
Bagi saya, 2016 seperti menaiki rollercoaster. Sebentar diluncurkan kebawah dengan keras, sebentar dinaikkan secara perlahan dan sebentar bisa dinaikkan dengan laju kecepatan spektakuler.
Begitu banyak hal yang terjadi dalam kurun waktu 1 tahun ini. Ah, jangan kan 1 tahun! Dalam tempo beberapa bulan saja, begitu banyak kejadian yang sulit dipahami oleh nalar yang terbatas ini.
Di satu sisi saya bersyukur, begitu banyak hal indah dan baik yang Tuhan izin kan boleh terjadi. Namun, di sisi lain ada banyak pula kejadian yang membuat saya menangis banyak di tahun 2016 silam.
Saya tidak mau membahas 2016 terlalu lekat karena kemelekatan sesungguhnya membuat saya susah melaju ke depan.
Yang sudah berlalu, berlalulah...
(Tapi bukan berarti saya tidak boleh mengenang, bukan?)
Yang sudah berlalu, berlalulah...
(Tapi bukan berarti saya tidak boleh mengenang, bukan?)
Tahun depan, yakni beberapa jam lagi akan saya masuki. Saya takkan buat banyak resolusi.
Resolusi ada, namun lebih ke meningkatkan performa diri dan menyadari bahwa TUHAN tetaplah eksekutor tunggal dalam hidup ini.
Resolusi ada, namun lebih ke meningkatkan performa diri dan menyadari bahwa TUHAN tetaplah eksekutor tunggal dalam hidup ini.
Di tahun 2017 saya LEBIH:
1) Banyak BERDOA, BERSEDEKAH & BERSYUKUR dengan cara mulai menghitung satu demi satu berkat-berkat yang TUHAN berikan kepada saya dan keluarga besar sepanjang 2017 nanti.
2) TULUS, JUJUR, dan BERANI karena BENAR (bukan karena banyak), serta BERDAMAI. Tahun yang semakin bertambah dan bumi yang semakin menua, saya melihat banyak manusia semakin mengkerdilkan diri mereka dengan semakin mudah sensitif, cuek namun MENUNTUT untuk diperhatikan & diprioritaskan.
Saya tak mau menjadi pribadi seperti itu. Saya akan tetap menjadi orang yang berusaha melakukan sebaik dan semaksimal mungkin, jika pun tetap dirasa kurang, saya cukup memohon maaf dan walk away. Saya tak mau terlalu terbawa perasaan untuk hal-hal yang tak memajukan dan membawa faedah bagi diri sendiri.
Saya tak mau menjadi pribadi seperti itu. Saya akan tetap menjadi orang yang berusaha melakukan sebaik dan semaksimal mungkin, jika pun tetap dirasa kurang, saya cukup memohon maaf dan walk away. Saya tak mau terlalu terbawa perasaan untuk hal-hal yang tak memajukan dan membawa faedah bagi diri sendiri.
3) POSITIVE, ACTIVE & komit untuk STAY AWAY from Negativity.
Usia saya nanti 29 tahun Mei nanti, itupun kalau TUHAN mengizinkan itu terjadi Anak saya jadi 2. Tanggungjawab juga akan bertambah.
Masakan saya masih saja berkutat dengan diri saya yang dahulu?
Usia saya nanti 29 tahun Mei nanti, itupun kalau TUHAN mengizinkan itu terjadi Anak saya jadi 2. Tanggungjawab juga akan bertambah.
Masakan saya masih saja berkutat dengan diri saya yang dahulu?
4) MEMAJUKAN bisnis yang tengah saya rintis. Jika 2016 kemarin saya bisa mendatangkan penghasilan bersih rata-rata Rp 2,000,000 perbulan (Puji Tuhan untuk seorang Ibu RT full di rumah); maka tahun 2017 ini saya ingin meningkatkan omset saya.
Jadi, saya pikir waktu saya sangatlah terbatas & sayag bila hanya dipakai untuk memikirkan URUSAN orang lain.
Jadi, saya pikir waktu saya sangatlah terbatas & sayag bila hanya dipakai untuk memikirkan URUSAN orang lain.
5) RAJIN melatih kemampuan menulis dengan mengikuti event apapun itu. Oh ya, saya suka curhat. Saya suka berbicara. Tapi itu dulu. Sekarang saya lebih suka menuangkan pokok pikiran dan perasaan saya melalui tulisan. Selain karena berkata-kata pakai otot wajah itu melelahkan, dan fenomena sekarang yang muncul adalah orang LEBIH suka didengar ketimbang mendengarkan. Jadi, menulis adalah opsi paling tepat.
6) SERING membaca. Karena saya belum niat untuk bersekolah kembali (karena alasan finansial alias tabungan belum cukup & belum juga ambil beasiswa -> ini kejujuran saya yang sangat jujur), maka membaca menjadi salah satu cara untuk membuat otak saya tetap terasah dan membuat mulut saya mengatup namun otak saya terbang kemana-mana.
7) MEMBANGUN komunikasi, khususnya kepada keluarga besar. Seringkali saya hanya memperhatikan orang-orang terdekat saya saja, sehingga lupa bahwa ada keluarga yang masih bertalian darah dengan saya, yang mendoakan saya tanpa saya ketahui, TERNYATA membutuhkan uluran tangan dan perhatian saya.
Sesederhana itu saja. Cuma 7 resolusi saya untuk 2017 nanti. Saya tak mau lagi memandang 2017 dengan penuh sikap pesimistis. Saya mau optimis.
※※※
I hope in this year to come, you make mistakes. Because if you are making mistakes, then you are making new things, trying new things, learning, living, pushing yourself, changing yourself, changing your world.
You're doing things you've never done before. And more importantly: you're doing something.
Don't freeze.
Don't stop.
Don't worry that it isn't good enough, or it isn't perfect whatever it is: art, work, family, love or art...
Whatever it is you're scared of doing: DO IT.
Don't freeze.
Don't stop.
Don't worry that it isn't good enough, or it isn't perfect whatever it is: art, work, family, love or art...
Whatever it is you're scared of doing: DO IT.
Make your mistakes.
Next year and forever. -Neil Gaiman.
Next year and forever. -Neil Gaiman.
Comments
Post a Comment