Tadi malam sebelum tidur saya iseng-iseng membuka aplikasi nametests.com di facebook. Itu aplikasi isinya beribu pertanyaan lucu-lucu hasil olahan mesin yang memberi kita jawaban berdasar hasil deskripsi profil kita.
Saat itu pertanyaannya:
Apa Ayat Alkitabmu d Bulan Oktober?
Apa Ayat Alkitabmu d Bulan Oktober?
Eng...ing...eng... hasil analisa muncul dan keluarlah Mazmur 18:33 yang isinya: IA membuat kakiku seperti kaki rusa dan membuat aku berdiri di bukit.
Pernyataan tersebut menggelitik saya sehingga saya menuliskan hasil pemikiran saya di laman facebook begini:
Hasil iseng sebelum menutup mata untuk tidur.
Tapi... apa maksudnya membuat kakiku seperti kaki rusa?
Ada apa dengan kaki rusa? Kenapa bukan kaki kuda? Kaki singa?
Dan kenapa harus berdiri di bukit? Kenapa bukan gunung? Atau singgasana?
"Ah, sudah tidurlah. Anakmu sudah sejam yang lalu terpejam dalam pelukmu," perintah mataku.
Tapi... apa maksudnya membuat kakiku seperti kaki rusa?
Ada apa dengan kaki rusa? Kenapa bukan kaki kuda? Kaki singa?
Dan kenapa harus berdiri di bukit? Kenapa bukan gunung? Atau singgasana?
"Ah, sudah tidurlah. Anakmu sudah sejam yang lalu terpejam dalam pelukmu," perintah mataku.
***
Pagi ini saya masih penasaran makna daripada perumpamaan kaki rusa dan bukit. Kemudian saya search di google apa makna pernyataan tersebut.
Rusa adalah sasaran empuk bagi predator buas di hutan, namun kakinya yang lincah, gesit dan kuat memampukannya meloncat jauh. Hal tersebut membuatnya aman dari kejaran predator.
Manusia ternyata sama seperti rusa: rentan dan merupakan sasaran empuk dari berbagai masalah di segala sisi. Jalan yang kita lalui terjal, berliku dan berbatu sangat melelahkan untuk dilewati.
Namun janji Tuhan kepada kita dengan memberikan sepasang kaki rusa untuk memampukan kita melewati semuanya hingga sampai tiba dengan selamat ke bukit.
Di atas bukit menggambarkan sebuah tempat di mana masalah tidak lagi mampu menyulitkan kita.
Di atas bukit menggambarkan sebuah tempat di mana masalah tidak lagi mampu menyulitkan kita.
***
Saya seringkali mengandalkan kemampuan saya sendiri yang terbatas ini. Ketika segala rencana dan rancangan yang kita buat cepat sudah sedemikian indahnya, namun karena suatu hal gagal karena tidak melibatkan Tuhan di dalamnya, membuat saya lantas menyerah kalah oleh kesulitan-kesulitan hidup.
Saya seringkali mengandalkan kemampuan saya sendiri yang terbatas ini. Ketika segala rencana dan rancangan yang kita buat cepat sudah sedemikian indahnya, namun karena suatu hal gagal karena tidak melibatkan Tuhan di dalamnya, membuat saya lantas menyerah kalah oleh kesulitan-kesulitan hidup.
Saya tidak akan mampu keluar dari beban persoalan jika hanya bergantung pada kemampuan diri sendiri. Tuhan tahu batas kemampuan saya.
Ketika saya sendiri tidak mampu,Tuhan siap menjadi jawaban. Dia mampu membuat kaki-kaki saya lincah dan kuat seperti rusa untuk mampu melewati jalan berbatu dan terjal dan sampai di atas bukit.
Tuhan siap membuat saya naik lebih tinggi di atas semua masalah dan keluar menjadi pemenang.
Ketika saya sendiri tidak mampu,Tuhan siap menjadi jawaban. Dia mampu membuat kaki-kaki saya lincah dan kuat seperti rusa untuk mampu melewati jalan berbatu dan terjal dan sampai di atas bukit.
Tuhan siap membuat saya naik lebih tinggi di atas semua masalah dan keluar menjadi pemenang.
Untuk lepas dari masalah, saya dan anda perlu naik ke tempat yang lebih tinggi. Terus latih kehidupan rohani kita agar semakin meningkat dan terus tumbuh. Teruslah menapak naik, terus kenali Tuhan lebih jauh dan lebih dekat lagi. Semakin tinggi kita berada, semakin sulit pula bagi masalah untuk menggoyahkan kita. Di tempat tinggi kita berdiri tegak, tidak mudah terseret ke dalam hal-hal yang sifatnya duniawi, tidak mudah goyah meski digoyang masalah berat sekalipun.
Adakah amin, Saudaraku?
Comments
Post a Comment