Ternyata belum cukup postingan berisi keluh kesah saya menghadapi customer nakal plus iseng kemarin [baca postingan : PHP Oh PHP], ehh... sekarang ada aja lagi customer yang bikin sesek dengan janji dustanya. Hihi. Mungkin manusia zaman sekarang sudah mulai luntur penghargaannya terhadap diri sendiri sehingga sulit untuk menghargai apa yang telah dikatakannya pada orang lain.
Bingung?
Begini... begini... ada customer yang ikut arisan, kesepakatan awal adalah membayar sejumlah nominal uang setiap bulannya yang apabila gilirannya kemudian akan menggunakan uang tersebut untuk belanja di galeri Kanahaya.
Mendekati gilirannya itu, customer tersebut memesan sejumlah barang namun entah kenapa esoknya ia membatalkannya. Kemudian meminta untuk menarik semua uang arisannya.
Umm... bukannya apa yah, saya juga tahu kita semua punya kebutuhan. Harusnya ketika kita memilih bermain mengikuti suatu sistem tertentu, kita sudah menghitung untung dan ruginya. Namun, dikarenakan kalkulasi yang tidak akurat akhirnya suatu bentuk ketidaknyamanan pun terjadi.
Saya mencoba memahami posisinya, meski sampai saat ini sulit bagi saya mengerti betul posisinya. Tapi ya sudahlah, mungkin kita tidak selalu ditakdirkan untuk dapat memahami kondisi orang lain hingga kita benar-benar berada di posisinya.
Okelah.
Berikutnya...
Ada juga customer yang update terus di fb nya mengenai ini itu, namun di BB nya pertanyaan kita pun enggan diresponi padahal kita hanya menanyakan keseriusannya untuk ikut dalam sistem yang sudah diiyakannya sebelumnya.
Saya lagi-lagi berusaha berpikir positif. Apa mungkin dia online nya di komputer yah, apa mungkin smartphone nya abis kuota yah sehingga dia tak kunjung juga membalas bahkan sudi membaca bbm saya?
Dan adaaa lagi jenis customer yang belanja sana dan sini namun membayarnya bisa 2-3x dalam 6 bulan.
Hello... saya ini : Satu! bukan tukang palak saudara-saudara... pelisss. Dua! Tukang kredit.
Tiga! Yang bisa dipermainkan...
Memang ini termasuk salah satu suka duka berusaha. Huhu. Mau nangis, nangis kemana? Mau ngadu, ngadu ke siapa?
Anyway, speaking of integrity. Kita mungkin tanpa kita sadari dengan mengabaikan seseorang, entah mulai dari hal teremeh hingga yang besar, justru melemahkan kualitas diri kita sendiri.
Dan itu berlaku bagi para customer saya yang SENGAJA ga baca bbm, sengaja ngulur waktu membayar, sengaja memberi saya harapan palsu... hiks.
Saya berpikir saya toh tidak rugi-rugi amat. Ketika barang tidak dibayar kontan, saya juga enggan menyerahkan barang tersebut, toh barang tersebut bisa menjadi inventaris galeri saya.
Lalu, saya juga toh enggak rugi amat dengan customer yang ga konsisten dengan janjinya. Yang rugi kan dia. Di mata saya tentu sudah ada satu hal minus, bahwa ucapannya engga bs dipegang.
Rugi saya palingan cuma di waktu dan kuota. Selebihnya? Ya engga ada apa-apa.
Cuma ya itu... tetep aja sih sebel yak? Hehehe.
Tapi kalau ditanya apakah saya pun akan berlaku sama seperti customer saya? Tidak!
Saya harus menjaga kualitas diri saya, barang-barang dari galeri saya pun harus saya jaga kualitasnya.
Saya enggak mau untung banyak tapi abis itu selesai. Saya mau untung tapi customer yang baik pun mengerubungi saya.
Untuk itu saya menjaga betul integritas saya.
Jadi... say no to PHP, Dusta, Tipu-tipu, Abal-abal, dan Hit & Run.
Hal ini juga saya berlakukan ke supplier saya.
Dicintai supplier itu menyenangkan loh... setidaknya saya sering dapat diskonan dan free gift.
Masa para customerku tercinta enggak mau owner kasi perlakuan khusus juga?
Cheers,
Comments
Post a Comment