Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1437 H.
Finally, the winning day of the majority arrived! Wish you nothing but may you all be blessed through this year, get purified in heart & soul, and may we all can meet each other in the next ramadhan! Amen.
Finally, the winning day of the majority arrived! Wish you nothing but may you all be blessed through this year, get purified in heart & soul, and may we all can meet each other in the next ramadhan! Amen.
Hari ini tanggal 6 Juli 2016, namun karena postingan draft kemarin tanggal 27 Juni belum saya rampungkan, makanya yaudalah sekalian aja dirampungin alias disatuin dengan postingan ini. Hihi.
Bahagia... itu yang bisa saya rasakan selama awal Juni kemarin hingga awal Juli ini.
1. 23 Juni 2016. Adik saya, Godvin Triastama Simamora mendapat gelar S.H., skripsinya sudah rampung dan sudah diuji! Segala teori juga sudah selesai, revisi skripsi juga sudah beres. Tinggal wisuda saja!
Tak sabar melihat adik bungsu saya sekaligus adik laki-laki saya satu-satunya mengenakan tuksedo dan toga dengan gelar S.H. di belakang namanya.
Tak sabar melihat adik bungsu saya sekaligus adik laki-laki saya satu-satunya mengenakan tuksedo dan toga dengan gelar S.H. di belakang namanya.
2. 26 Juni kemarin, Papi Ello ulangtahun yang ke 28. Ketika kami merayakan ulangtahun Papi Ello secara sederhana kemarin bersama dengan jemaat dari GKRI, kami betul-betul merasa diliputi sukacita yang luar biasa.
GKRI, sebuah gereja kecil yang mewadahi jemaat dibawah 20 orang dengan berbagai latar belakang suku dan pergumulan hidup turut menyediakan waktunya seusai ibadah untuk sekadar makan kecil bersama dengan kami. Dibalut dengan suasana hangat, akrab, dan apa adanya, saya bersyukur tak putus-putusnya.
GKRI bukan gereja induk kami, gereja induk kami tempat kami bernaung tetaplah HKBP. Saya dan suami memang suka berotasi dalam beribadah. Kadang HKBP, bisa GKI, GKPO Amarta di dalam Komplek AURI, dan GKRI. Selama gereja-gereja tersebut dibawah payung PGI, saya suami akan jelajahi dan kunjungi.
GKRI, sebuah gereja kecil yang mewadahi jemaat dibawah 20 orang dengan berbagai latar belakang suku dan pergumulan hidup turut menyediakan waktunya seusai ibadah untuk sekadar makan kecil bersama dengan kami. Dibalut dengan suasana hangat, akrab, dan apa adanya, saya bersyukur tak putus-putusnya.
GKRI bukan gereja induk kami, gereja induk kami tempat kami bernaung tetaplah HKBP. Saya dan suami memang suka berotasi dalam beribadah. Kadang HKBP, bisa GKI, GKPO Amarta di dalam Komplek AURI, dan GKRI. Selama gereja-gereja tersebut dibawah payung PGI, saya suami akan jelajahi dan kunjungi.
3. 30 Juni 2016. Juara 1 Pesparani TNI AU from Lanud Abd Saleh. Yee-ha!
Tak ada yang sia-sia di dalam Tuhan. Itu yang boleh saya katakan...
Di tengah masalah yang menerpa, banyaknya godaan untuk murka terhadap Tuhan atas segala pencobaan yang IA izinkan tuk terjadi, saya belajar bersyukur dan berserah...
Saya mulai memasrahkan diri kepada Sang Empunya Hidup. Saya mulai terlibat giat latihan pesparani [pesta paduan suara gerejani] se-TNI AU di Mabes TNI AU, Cilangkap.
Latihan demi latihan saya lewati semata-mata sebagai tempat curahan hati saya. Damai sejahtera mulai mengalir dalam hati pikiran saya bagaikan air sejuk pelepas dahaga di tengah panas yang mendera.
1,5 bulan saya belajar... bernyanyi dengan hati. Suara saya pas-pasan memang. Pas didenger bikin sepet! Tapi saya mau menyanyi bukan untuk manusia kok. Saya menyanyi untuk Tuhan. Pasal Tuhan mau menjadikannya berkat atau tidak, itu terserah Tuhan saja.
Tak ada yang sia-sia di dalam Tuhan. Itu yang boleh saya katakan...
Di tengah masalah yang menerpa, banyaknya godaan untuk murka terhadap Tuhan atas segala pencobaan yang IA izinkan tuk terjadi, saya belajar bersyukur dan berserah...
Saya mulai memasrahkan diri kepada Sang Empunya Hidup. Saya mulai terlibat giat latihan pesparani [pesta paduan suara gerejani] se-TNI AU di Mabes TNI AU, Cilangkap.
Latihan demi latihan saya lewati semata-mata sebagai tempat curahan hati saya. Damai sejahtera mulai mengalir dalam hati pikiran saya bagaikan air sejuk pelepas dahaga di tengah panas yang mendera.
1,5 bulan saya belajar... bernyanyi dengan hati. Suara saya pas-pasan memang. Pas didenger bikin sepet! Tapi saya mau menyanyi bukan untuk manusia kok. Saya menyanyi untuk Tuhan. Pasal Tuhan mau menjadikannya berkat atau tidak, itu terserah Tuhan saja.
Kami gabungan dari berbagai kesatuan, pangkat dan golongan dari ranting di Lanud Abd Saleh, Malang bernyanyi...seperti tak ada alasan kami untuk tidak bernyanyi.
Kami bersatu memberikan madah pujian. Kami bersaksi melalui nyanyian.
Saya bersaksi bahwa meski masalah yang kami hadapi besar membuat kami berduka, tapi itu bukan alasan bagi kami untuk tidak bernyanyi bagi Tuhan.
Itu kami buktikan...
Kami menang. Keluar sebagai juara 1 dengan skor yang membalas kami mendapat medali emas yang rumornya... selama 38 tahun event tersebut dilaksanakan, belum pernah ada yang berhasil menyabet piala emas.
Kami... tim underdog yang tak pernah diperhitungkan sebelumnya, berhasil membawa nama Lanud Abd Saleh di kancah nasional dalam ruang lingkup TNI AU.
Ucapan selamat berdatangan dari mana-mana.
Namun, bukan sombong yang saya rasakan...
Bukan bangga berlebihan yang saya nikmati..tapi rasa sedih sesak yang bertambah bahwa Tuhan itu terlalu baik dalam hidup saya.
Saya menangis untuk kemurahan hati-Nya...
Kami bersatu memberikan madah pujian. Kami bersaksi melalui nyanyian.
Saya bersaksi bahwa meski masalah yang kami hadapi besar membuat kami berduka, tapi itu bukan alasan bagi kami untuk tidak bernyanyi bagi Tuhan.
Itu kami buktikan...
Kami menang. Keluar sebagai juara 1 dengan skor yang membalas kami mendapat medali emas yang rumornya... selama 38 tahun event tersebut dilaksanakan, belum pernah ada yang berhasil menyabet piala emas.
Kami... tim underdog yang tak pernah diperhitungkan sebelumnya, berhasil membawa nama Lanud Abd Saleh di kancah nasional dalam ruang lingkup TNI AU.
Ucapan selamat berdatangan dari mana-mana.
Namun, bukan sombong yang saya rasakan...
Bukan bangga berlebihan yang saya nikmati..tapi rasa sedih sesak yang bertambah bahwa Tuhan itu terlalu baik dalam hidup saya.
Saya menangis untuk kemurahan hati-Nya...
Tanggungjawab besar kemudian berada di pundak saya: bahwa saya dan keluarga yang telah merasakan berkat-Nya yang bertubi-tubi ini harus melayani, entah melalui pekerjaan suami, dalam interaksi kami di ruang lingkup TNI AU suami berdinas, dalam hidup kami... dimanapun...kapanpun.
4. Saya hamil... Tuhan kasih saya kepercayaan untuk memiliki anak lagi. Saya belum cek kehamilan saya. Tapi saya bahagia sekali... saya hamil. Semoga bonus kehidupan dari Tuhan bisa kami jaga dan pelihara. Amin.
Adakah sukacita damai juga saudara rasakan? Mari berbagi.
I don't know how to love him.
I don't know how to love him.
What to do, how to move him.
I've been changed, yes really changed.
In these past few days, when I've seen myself,
I seem like someone else.
I don't know how to take this.
I don't see why he moves me.
He's a man. He's just a man.
And I've had so many men before,
In very many ways,
He's just one more.
Should I bring him down?
Should I scream and shout?
Should I speak of love,
Let my feelings out?
I never thought I'd come to this.
What's it all about?
Don't you think it's rather funny,
I should be in this position.
I'm the one who's always been
So calm, so cool, no lover's fool,
Running every show.
He scares me so.
I never thought I'd come to this.
What's it all about?
Yet, if he said he loved me,
I'd be lost. I'd be frightened.
I couldn't cope, just couldn't cope.
I'd turn my head. I'd back away.
I wouldn't want to know.
He scares me so.
I want him so.
I love him so.*
Ps: I don't know how to love HIM merupakan lagu pilihan yang kami nyanyikan di acara pesparani TNI AU kemarin.
Comments
Post a Comment