"Saya suka liat Ibu! Penuh semangat selalu!"
"Ibu cantik selalu semangaaaaat!"
"Suka nengok semangat Ibu!"
dan sebagainya-dan sebagainya
Mereka, Ibu-ibu anggota tempat kesatuan suami berdinas mengenal saya sebagai perempuan yang bersemangat. Jujur, disebut sebagai perempuan bersemangat adalah prestasi bagi saya. Ketika kita bersemangat, kita menularkan hal positif kepada orang-orang di sekitar kita. Ketika kita bersemangat, hal yang tampak berat mendadak ringan dan kita malah tidak terlihat lelah sama sekali.
Sebagai manusia biasa, saya bisa saja mengeluh. Daftar keluhan saya banyak pastinya, entah itu tentang kondisi yang saya hadapi, orang yang saya temui, bahkan kondisi dan orang yang tidak saya temui. Untuk poin terakhir maksudnya begini: saya bisa saja mengeluh melihat berita di TV padahal saya tidak terjun langsung di dalamnya. :)
Hanya saja, mengeluh itu kok rasanya bikin capek ya? Malah bikin badan kian lelah.
Kalau ditanya: "Rahasianya apa bisa semangat terus?" Saya juga bingung menjawabnya. Apa ya?! Selama ini setiap saya menjalani rutinitas dengan kesadaran bahwa saya tidak selamanya hidup. Saya harus semangat, berinovasi, karena saya tidak mungkin selamanya berada di lingkungan ini terus. Sayang saja, saya menghabiskan energi dan waktu hanya untuk mengeluh untuk kondisi yang sulit saya ubah. Kan kalau kondisi tidak bisa kita ubah artinya kitanya yang harus berubah. Betul?
TETAP BERSEMANGAT itu jelas sulit apabila kita mengalami kondisi yang sedang tidak baik: suami yang sakit, anak-anak yang melelahkan, orang-orang sulit yang kita temui, sakit-penyakit yang kita derita, bahkan kegagalan yang kita hadapi. Itu rasanya mau nangis terus deh.
Tapi lagi-lagi, saya berusaha tetap bersemangat! :)
Apa pernah mengalami lesu, lemah, dan tak berdaya?!
Percayalah! Seringkali!
Lantas solusinya bagaimana?
Curhat ke suami! Huaaaaaa! Iya, curhat ke suami habis itu menenangkan diri dengan tidur, jalan-jalan, makan, nonton, membaca, bahkan menulis. Menenangkan ala diri seperti itu seringkali melahirkan semangat dan kekuatan baru untuk memulai hari dalam menghadapi siapa pun.
Orang-orang (entahlah, ini mungkin cuma asumsi saya saja. Hehehe) barangkali menilai saya sebagai perempuan yang tangguh dan bermental baja (ya, soalnya pernah ada 1-2 orang yang secara eksplisit dan implisit menyatakannya kepada saya.)
Tangguh? Ya biasa saja! Mungkin lebih ke keadaan dan lingkungan militer yang saya hadapi serta bisa jadi pengalaman saya yang sehabis lulus SMA langsung merantau ke Tanah Jawa untuk kuliah.
Bermental baja? Hahaha, mungkin ini perumpamaan halus dari "tidak tahu malu." Ya, selama saya rasa itu benar dan baik menurut norma dan nilai yang saya pelajari, ya hayuk saja.
Buat saya, kita harus tetap bersemangat selama jantung masih berdenyut. Jangan pernah berharap orang lain yang akan menyemangati kita. Iya, kita butuh orang lain! Tapi pada saat tidak ada satupun yang bisa menyemangati, lantas kita lalu mati tak berdaya? Jangan! Hidup terlalu sayang untuk diperlakukan begitu.
Tetap bersemangat, khususnya dalam hal berbuat kebaikan. Meski itu sulit....
Cheers,
Comments
Post a Comment