Skip to main content

Mau Wajah Secantik Perempuan Korea?

Sebelum baca tulisan ini, kita harus se-persepsi dulu kalau cantik itu relatif. Benar?!

Soalnya wanita cantik kalau ga terawat juga agak gimana gitu. Beda, ama yang B aja wajahnya tapiii karena jago merawat diri jadi ya menarik juga. Bikin seneng liat wajahnya...

Kebetulan Aku tu kan sukaaa banget nonton drakor gitu, juga demen mantengin iklannya Thailand yang super-omaigat-KREATIF abis. Jujur aja, selain jalan cerita drakor dan konten iklan yg bikin terpukau, ku juga terpukau banget sumvah liat cowok ama ceweknya karena wajahnya bening mulus pake banget! 

Aku tuh sempat suudzon mikir ni orang-orang mesti oplas semua. Biasa, netizen nyinyir! Kalau ga komen, rasanya jari ama mulut auto kram kaku gimana gitu. 

HINGGA sempat di suatu waktu kesempatan nyobain produk dari Korea ama Thailand gitu. Jadii ceritanya ada yg dikasi temen, ada yg beli di marketplace, sama ada juga yang malak punya kawan. (Jangan ditiru bagian malak!)

Abis make...
Lah seriusan, lha kok enak! Bener-bener enaaaak meresap meringsek masuk ke pori-pori kulit. Dan hasilnya dong, Ghaes... Beneran bagus! 

TAPI, kemudian aku mikir ini produk kan ga melewati BPOM RI (Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia), jadi siapa yg bisa menjamin kehalalan dan keamanan ini produk.

Oke deh, TBH... Aku sih gaa masalah kalau produk kosmetiknya Thailand dan Korea mengandung bahan-bahan yang haram, soalnya keyakinanku kebetulan ga mengharamkan apapun. (Alhamdulillah wasyukurillah) 

Tapi kalau ternyata produknya menggunakan bahan-bahan berbahaya, aaaaak... Muateng rek! Wajah cuma satu, kalau rusak gegara keranjingan make produk yg berbahaya, siapa gitu atuh yang mau tanggungjawab?!  

Selain itu, another K-factor (Kehalalan, Keamanan kan uda dibahas... Nah KEMAHALAN become another K-factor!) 😭😭😭

Iya, gimana ga mahal produk-produknya secara from Thailand dan Korea!!! Ongkirnya uda bisa bikin auto cry so hard! 

Untung galauku sesaat, ga pake lama. Ga kayak orang-orang yang abis putus cinta trus berasa idupnya Ga berharga lagee tanpa Si dia yang menemani...

Okay, skip!

Jadi, sejak jadi member Oriflame (enggak, enggak, aku enggak akan nodong maksa join! Udah tenang ya, tenang!) -- Aku jadi demen eksplor produknya. Mana nih yg kece baday, mana nih yg cucmey. 

Daaaaan... setelah setaon lebih jadi member Oriflame, kumaoo bilang Tulisanku ini kudedikasikan buat mereka yang ingin kulit wajahnya kayak wanita-wanita Korea dengan hanya menggunakan produk ORIFLAME. 

Kenapa Oriflame?!
Sederhana!

Produk dari Swedia terkenal dengan mengusung teknologi yang menyatu dengan alam Swedia. Jadi, prinsipnya yaaa kalau mau sehat dan cantik yaaa harus  dengan cara ALAMI yg dipadukan dengan teknologi. 

Terus, perusahaannya sendiri uda 30 tahunan lebih di Indonesia, dan 50 tahunan lebih MENDUNIA. 

Yuk, mikir bego aja deh secara uda 30 tahunan di Indo, yakaliii Ga punya sertifikasi MUI-nya, Ga punya lisensi BPOM RI?!!! 
Ah uda ah, malesss bahas yg uda berulangkali dikasi tauu. Sooo, langsong cekidot yes! 

RAHASIA merawat diri terutama kulit wajah alaaa ciwik-cowok Korea dengan Oriflame!

Jadi, izinkan istri prajurit yang hanya IRT dan uda beranak dua ini mencoba menguak apa aja sih beauty hacks-nya. 
Yuksss! 

Sejak kecantikan wanita Korea menjadi salah satu referensi kecantikan global, banyak yang penasaran pada rahasia di balik penampilan awet muda mereka. 

Lanjut...

Tindakan estetika mungkin bisa membantu, namun sebelum mereka meminta bantuan dokter, mereka sudah menjaga keindahan kulit mereka. 

Mantap! Terus...

Kita pun bisa meniru langkah-langkah untuk mendapatkan kulit indah dan awet muda seperti wanita Korea.

1. Mulai Sejak Dini
Lebih cepat lebih baik adalah prinsip wanita Korea dalam merawat keindahan kulit mereka.
 Artinya, melawan penuaan harus dilakukan sejak masa muda, terutama ketika kulit sedang dalam masa puncaknya, yaitu di usia 20-an. Okaay, Aku termasuk late! Baru pake usia 30-an!

2. Memakai Pelembab Dengan Formula Anti Kerut 
Tak harus menunggu usia 30 tahun untuk memakai pelembap dengan formula anti kerut. Sejak usia 20-an, wanita Korea sudah memakai pelembap dengan formula anti penuaan, namun dosisnya lebih ringan.
Bentuknya bisa pelembap berbasis minyak yang membuat wajah bebas kusam, dan selalu terhidrasi. Kulit yang lembap akan selalu terlihat segar dan awet muda.
Nah, yg pengin cari pelembab aja, I suggest you, Ghaess bisa cobain NovAge Nutri6 Facial Oil Capsules (32631). Lagi promo September 2020 cuma 299 rebay!

3. Selalu Memakai Tabir Surya
Wanita Korea juga bangga akan warna kulit mereka, dan menjaganya dari paparan sinar matahari berlebih. Tabir surya selalu mereka aplikasikan, bahkan sejak usia remaja, sebelum mereka mulai berdandan. Memilih produk kecantikan dengan tambahan anti sinar UV juga jadi andalan mereka.
Langsong cek produk NovAge Day Shield SPF 50 UVA /PA++++ Advanced Skin Protector (34143). Last time I checked belum diskon, tapi japri aja ya di 0813.52.164100 soalnya sering diskon juga, Ghaesss. 

4. Memakai BB Cream dengan Tambahan Kolagen.
Wanita Korea terkenal berdandan memakai BB cream. Fungsinya, indah difoto karena memberikan tampilan natural, sekaligus menstimulasi kolagen secara alami. Apalagi BB cream yang komplit juga mengandung minimal SPF 30 untuk perlindungan kulit ekstra.
Berarti The ONE A-Z Cream Hydra Bright SPF 30 harus masuk ke dalam makeup pouch kitaaa nih! 

5. Menjaga Kulit Dari Dehidrasi. 
Korea mengalami musim dingin, dan kulit wanita Korea bisa sangat kering di musim itu. Kita mungkin tak mengalami musim dingin, tapi paparan AC baik di rumah maupun di kantor bisa membuat kulit kering.
Face Mist adalah andalan wanita Korea agar kulit tetap terhidrasi. Atau, kita bisa menggunakan cara old school: Menggantung handuk basah yang sudah diperas di kamar selagi tidur malam. Pastikan posisinya tidak searah tiupan AC. Lihat perubahan pada kulit kita dalam dua minggu! 

6. Gunakan Masker Saat Tidur.
Wanita Korea percaya bahwa saat tidur di malam hari, kulit beregenerasi, sehingga perlu dibantu dari luar. Mereka mengandalkan sleeping mask, masker yang memberikan hasil terbaik saat dipakai di waktu tidur. Umumnya masker ini mengandung minyak esensial yang membantu Anda tidur lelap, sekaligus membuat kulit lembap.
Kita juga bisa memakai masker dari gel (yang telah didinginkan di kulkas) untuk area mata. Dan wanita Korea juga peduli pada waktu tidur yang cukup.
Berarti NovAge Intense Skin Recharge Overnight Mask (33490) adalah must have item untuk kita yang pengen selalu tampak awet muda!

6. Memakai Masker Lembaran. 
Masker lembaran seperti NovAge Strengthening Face Mask (35077) adalah salah satu rahasia awet muda para wanita Korea.
Memakainya setiap hari, terutama di saat kita lelah, memberikan hasil signifikan. Diamkan selama 10-20 menit. Jika masih ada sisa cairannya, oleskan pada leher, belahan dada, hingga lengan.

8. Melakukan Pijat Wajah. 
Memijat wajah dengan krim sangat populer di Korea karena dipercaya bisa membantu meningkatkan aliran darah di wajah, sehingga oksigen mengalir lancar. Hasil yang diharapkan tentu saja wajah yang lebih berseri.
Kita juga bisa kok menggunakan ujung cari atau buku jari untuk memijat wajah ke arah pelipis (hindari area mata) dengan gerakan melingkar. Rutin memijat wajah tiap hari juga membantu mengencangkan otot wajah, dan melawan kerutan.

9. Mengubah Gaya Hidup
Wanita Korea tahu bahwa awet muda itu adalah sebuah gaya hidup, sehingga harus diterapkan menyeluruh. Minum air putih yang banyak, diet yang sehat, termasuk makan sayuran dan buah-buahan.
Cuss, nutrishake from Oriflame kalau emang sussaaaaah banget buat bisa konsisten makan makanan 4 sehat 5 sempurna! 

Oyaaa, meski wanita Korea senang minum soju, kopi, atau menyantap makanan manis, mereka menyeimbangkannya dengan minum teh hijau. Bagi mereka, merawat diri sendiri dulu adalah langkah awal jika ingin awet muda.
Kita pasti pengen 'kan seperti para wanita Korea yang masih nampak seperti gadis berusia 20-an meskipun sudah berusia 40-an? 


Udaaah, gosah galau. Yuk mulai dari sekarang rutinitas perawatan kulit  bersama Oriflame supaya tetap cantik berseri sampai nanti!

Kalau mau sight-seeing produknya sekece apa aja, feel free melipir kesini ya! 
⬇️⬇️⬇️

Comments

Popular posts from this blog

It’s Always God: Through Change and Growth

Unstoppable gratitude, these are the two words that define 2025, and probably 2026 and many years ahead. When I look back at early 2025, so many meaningful things happened. The second semester at UNHAN began. My children turned 10 and 8. We celebrated our 11th wedding anniversary, and my husband and I both turned 37. Many beautiful moments filled our days. Besides the ups, we also faced some downs. As a couple, we learned how to reconcile and find our rhythm again. We are constantly learning to manage our shortcomings so that the system we have built—our family—can keep working and growing. The second half of 2025 brought quite drastic changes. My husband moved to a different division at work, and we moved into our panggon , our new home in Halim Perdanakusuma. Our children advanced to years 5 and 3. I was no longer in my second semester at UNHAN, but I was trusted to serve as a Master of Ceremony and moderator for several UNHAN events. I also traveled to Pontianak for a few days with ...

The House That Carried Us Forward

I don’t think I’ve ever written about the government housing provided by the Air Force where we’re currently living. We’ve been here for almost half a year now—since June, to be exact. I still remember the day we left Malang for Jakarta: the kids and I ended up crying together. Strangely enough, that move also happened in December, as if the month itself always carries a bittersweet turning of seasons for our family. But life moves forward, and so must we. Our first home in Jakarta was in Lubang Buaya—a small house, roughly 108 square metres, with three bedrooms and two bathrooms. My mother-in-law had lived there ever since I married her son in 2014. My husband and I bought the house using a mix of our parents’ support. Technically, we still owe my parents the remaining balance. Lol. After living in Jakarta for about two and a half years, we decided to move into what we call the Panggon , or rumah dinas—a service house provided by TNI AU. Since it isn’t a Rumah Jabatan < Official Re...

Pilih(an)

Konon, menulis jurnal adalah bagian dari proses penyembuhan. Saya mengangguk setuju. Menulis jurnal , bukan menumpahkan emosi lewat status WhatsApp sambil berharap semesta ikut marah hanya karena hati kita sedang seret. Ada jurang lebar antara refleksi batin dan pamer luka di ruang publik, meski banyak yang mengacaukannya. Awalnya saya enggan menyinggung hal ini. Namun, hidup sering bercanda—niat saya membahas hal lain langsung terpelintir hanya karena saya menanggapi sebuah status WA. Rupanya respons saya tidak bertaut dengan ekspektasinya. Jadilah ia bereaksi—riuh, garang, seperti hendak menerkam sesuatu yang bahkan bukan ancaman. Saya hanya tersenyum tipis. Mungkin saya memang salah frekuensi. Ternyata, memberi perhatian pun bisa dianggap provokasi oleh orang yang sedang tidak selaras gelombang batinnya. Dan ya, mungkin energi saya sedang terlalu lincah; spontanitas saya memercik, lalu memicu dinamika yang membuat saya menghela napas dan membatin, “Ya ampun… ups .” Saya tak henda...