Kuning artinya hati-hati. Sebuah tanda peringatan yang diberikan kepada pemakai jalan, dan kepada pemain sepak bola apabila dinilai melakukan tindakan yang dapat menciderai.
Kemarin santer di dunia jagat maya seorang mahasiswa dari PTN terkenal se-Indonesia mendadak terkenal karena gagah berani memberi kartu kuning kepada orang nomor 1 di Indonesia.
Terlepas mas ini punya sentimen khusus kepada Bapak Presiden atau rasa kemanusiaannya tergugah mendengar kasus gizi buruk di belahan Indonesia bagian timur, sehingga membuatnya harus memberi kartu kuning Bapak Presiden. Alih-alih saya menganggapnya gila mutlak.
Buat apa dia kasi kartu kuning? Dia pikir dia wasit dan Bapak Presiden itu pesepakbola? Apa dia berhalusinasi tengah berada di gelandang permainan sepak bola?!
Anda boleh pede karena menjadi mahasiswa PTN favorit yang menyandang nama Indonesia di belakangnya. Anda boleh berbangga hati karena anda ketua BEM. Tapi ingat kapasitas anda, Bung. Anda "ketua BEM".
Anda tidak diajari sopan santun?
Ah, mungkin inilah hasil didikan dari raihlah-nilai-setinggi-langit yang tidak dibarengi kepribadian yang berakhlak.
Saya tidak tahu bagian mananya yang susah untuk berargumen dengan baik? Saya juga tidak paham bagaimana mungkin Yang Terpilih menjadi Ketua BEM memiliki kapabilitas berperilaku yang demikian.
Namun yang pasti saya akan ikut-ikutan memberi kartu kuning bagi kalian pemakai jas kuning!
Saya cuma mau mengingatkan:
Hati-hati memilih ketua. Yang nampaknya pinter, belum tentu waras!
Comments
Post a Comment